Thursday, April 28, 2011

Coba Menyusul Kesuksesan BlackBerry











Research In Motion (RIM) langsung memasarkan tablet BlackBerry PlayBook
ke Indonesia tak lama setelah PlayBook tersebut resmi diluncurkan secara resmi
di AS dan Kanada. Sebuah bus yang secara khusus didesain sebagai ruang pamer
untuk tablet terbaru keluaran RIM tersebut menyambangi Jakarta, Senin (25/4/2011)
lalu, hanya sehari saja.
 






Managing Director RIM Asia Tenggara Gregory Wade secara khusus datang
dari Singapura hanya untuk membocorkan keunggulan BlackBerry PlayBook. Tidak
dalam rangka peluncuran tablet tersebut, melainkan hanya untuk menunjukkan
keandalannya saja.





"PlayBook ini multi proses, multi tugas, ultra tipis,
enterprise-ready, dan professional grade tablet," ujar Gregory Wade.
Tablet berlayar 7 inci ini dilengkapi prosesor dual core 1 Ghz, memori 1 GB
RAM, dan symmetric multi processing.





Namun, masyarakat Indonesia harus sedikit lebih bersabar, karena tablet
ini belum tersedia di Indonesia. BlackBerry PlayBook ini baru diluncurkan di
Kanada dan Amerika Serikat pada awal bulan April 2011.





"Ya, kami sedang bekerja keras supaya dapat launching
secepatnya," katanya saat ditanya tentang kapan peluncuran PlayBook di
Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial bagi
RIM.





Produk anyar RIM ini baru tersedia untuk model WiFi dengan harga 499
dollar AS per unit untuk model berkapasitas memori 16 GB. Sementara itu untuk
kapasitas 32 GB seharga 599 dollar AS dan 699 dollar AS untuk model
berkapasitas memori 64 GB.





Gregory Wade cukup yakin BlackBerry PlayBook dapat bersaing dengan
tablet-tablet lain. "PlayBook memiliki sense komunitas dan sense koneksi
yang kuat," katanya. Hal itulah yang membuatnya punya optimisme PlayBook
bisa sesukses BlackBerry di Indonesia.





"Inilah yang jadi kelebihan Playbook. Banyak web di luar sana yang
memakai Flash. Playbook menawarkan pengalaman berselancar dengan dukungan Flash
yang memuaskan," jelasnya.





Selain akses internet, Playbook juga menawarkan sinkronisasi dengan
smartphone BlackBerry lewat bluetooth. Meski tak dilengkapi akses ke jaringan
seluler langsung, dengan koneksi ini, pengguna bisa membuka email dan membuka
data yang ada di telepon genggamnya langsung di tablet tersebut.


Ia juga sempat menunjukkan bahwa dengan koneksi bluetooth, PlayBook juga
bisa digunakan untuk chatting di Blackberry Messenger. "Semua kontak di
Playbook sama dengan yang ada di smartphone Blackberry yang dimiliki
pengguna," kata Gregory Wade.





Lewat sinkronisasi itu, pengguna smartphone BlackBerry seperti menemukan
soulmate-nya. Dengan dukungan PlayBook, pengguna kini bisa chatting di layar
yang lebih besar tanpa khawatir jarinya akan sakit karena harus menekan keypad
terlalu lama.





Soal akses internet dan sinkronisasi tersebut, PlayBook mungkin sudah
memenuhi harapan. Apalagi dengan dukungan kamera depan dan kamera belakang yang
bisa digunakan untuk merekam video HD.


Mengenai konten, Playbook sepertinya masih kurang. Karena sejauh ini
untuk konten lokal, baru Kompas yang ada. Saat ditanya, Wade memang menunjukkan
beberapa e-reader dan buku yang bisa diakses lewat Kobo, namun ia tak
menyinggung adanya konten lokal lain yang bisa dinikmati.





Meski demikian, bagi penggemar multitasking, PlayBook cukup memuaskan.
Dengan PlayBook, pengguna bisa main game seperti Need for Speed sambil
mendengarkan music sekaligus. (Kontan/Noverius Laoli)





Sumber : 

http://tekno.kompas.com/read/2011/04/28/10562467/Coba.Menyusul.Kesuksesan.BlackBerry

No comments:

Post a Comment