Sunday, May 29, 2011

LINUX Masih Sedikit Digunakan








Linux meski telah terus berkembang sebagai software sistem operasi
alternatif yang dapat kita peroleh secara gratis, namun sistem operasi Linux
ini masih mengalami diskriminasi. Masyarakat pengguna komputer tak kunjung
mengetahui potensinya karena media massa, misalnya, tidak meletakkan Linux sebagai
bahasan dibanding, misalnya, perangkat setiap saat ditayangkan. Padahal, Linux
sudah berkembang amat maju dan memecahkan banyak kendala atas kebutuhan sistem
operasi yang murah, bahkan gratis, mudah, dan produktif.







Hal itu ditegaskan praktisi Linux, aktivis Komunitas
Linux Arek Malang (Kolam) Jawa Timur, Dandy Prasetya Adi, Minggu (29/5/2011) di
Malang. Media massa tidak dapat dijadikan ukuran kemajuan pengembangan
perangkat lunak karena perangkat lunak itu sendiri, apalagi Linux sebagai
perangkat lunak sistem operasi, tidak mendapatkan porsi liputan memadai.





Sementara sebenarnya, dengan kemajuan yang dialami Linux,
termasuk Linux versi Indonesia yang sudah amat maju bernama Blank-on, atau
boleh disebut Linux Blangkon, konsumen komputer sudah dapat menikmati harga
komputer yang lebih murah, tanpa perlu khawatir dengan ancaman hukum penggunaan
perangkat lunak bajakan.





Ketua Komunitas Linux Universitas Islam Negeri (UIN)
Malang Fajar Rizqi Saputra mengatakan, Blank-On telah secara resmi digunakan
pada komputer di kantor-kantor Pemerintah Kabupaten Malang. Sebanyak 400
komputer di lingkungan dinas dan instansi Pemkab Malang telah diimigrasikan
dari Windows ke Linux distro Blank-on.  










"Alasannya sederhana, karena sistem operasi Windows
mahal. Biaya akan bertambah jika menggunakan perangkat lunak pengolah kegiatan
perkantoran seperti Word, Excell, dan lain-lain. Untuk sebuah komputer
diperlukan biaya hingga jutaan rupiah. Bakal memerlukan anggaran sangat besar
jika harus membiayai 400 komputer," katanya.





Saat ini nyaris sebagian besar perangkat lunak untuk
kegiatan produktif sudah tersedia padanannya dalam sistem operasi Linux.
Misalnya MS Office pada Windows dengan Open Office pada Linux, Photoshop pada
OS Windows dengan GIMP pada Linux. Ada banyak sekali perangkat lunak yang sudah
ada alternatifnya. Menurut Putera, kampanye Linux ini masih harus terus
didorong demi memandirikan pengguna komputer dan TI (teknologi informasi).





Di Indonesia, penindakan hukum terhadap kegiatan
pembajakan perangkat lunak berbayar masih amat rendah sehingga konsumen
komputer masih memutuskan menggunakan perangkat lunak bajakan. Ini menjadikan
secara nasional negara dirugikan karena Indonesia tak kunjung lepas dari
statusnya sebagai lokasi suburnya pembajakan. Padahal, dengan Linux
sesungguhnya sudah ada jawaban.




















Gambar : google.com

Saturday, May 28, 2011

Gambar : Refleksi Banyak Dimensi... Sangat Kreatif

Berikut dibawah ini merupakan gambar-gambar yang merupakan gabungan dari beberapa obyek yang disatukan sehingga membentuk satu kesatuan wujud Gambar khusus

Perhatikan dengan teliti.... pasti anda akan sangat tidak mempercayainya...sekilas berupa wujud biasa akan tetapi jika anda jeli, bentuk gambar yang ada sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa gambar yang lain....



















Review : do-while.com
Tags : gambar-gambar kreatif, bentuk gambar kreatif, gambar banyak dimensi, kreatifitas gambar, satu gambar mengartikan banyak hal, gabungan dari beberapa obyek gambar, satu kesatuan, illusions, optical illusions, hasil karya kreatif, bentuk kreatifitas

Sexy Butt Photos

Bagian Pinggul dan Pantat yang sexy, beberapa merupakan dambaan kaum wanita maupun pria...
Untuk pria... pantat wanita yang seksi adalah imajinasi dan fantasi penambah gairah
untuk wanita... pantat seksi adalah khayalan tampil percaya diri dan penarik lawan jenis

Berikut photo-photo pantat seksi mungkin salah satunya merupakan obsesi dan dambaan anda untuk penyemangat...
















Tips : Membuat Bokong/pantat Agar Lebih Sexy

Menurut hasil penelitian yang dilakukan ahli kesehatan di Amerika ternyata orang yang rajin bersepeda santai yang ingin memperbesar bokong lebih efektif, sehingga memperbesar bokong dan pinggul akan lebih ideal dengan cepat, jadi untuk para wanita yang mengiginkan bentuk ideal lakukanlah olahraga seperti bersepeda santai.

Mungkin anda pernah mendengar suatu permainan tradisional jaman dulu yang suka dimainkan oleh anak anak seperti HOLAHUP, permainan itu hingga sekarang di jepang sangat digandrungi oleh para wanita, karena dengan bermain holahup pinggul dan bokong bisa menjadi besar, dan semua otot digerakan sehingga bisa mendapatkan bentuk tubuh yang ideal




Review : do-while.com, liputan24.info
Tags : exy butt photos, photo bokong seksi, pantat seksi, sexy girls, gadis seksi, wanita berbokong seksi di dunia, bentuk bokong seksi, bokong paling seksi , photo-photo seksi, body seksi inspirasi wanita, bokong sehat, tubuh sehat dengan olah raga, cara membuat bokong besar, tips membuat pantat berisi, cara agar bokong besar

Friday, May 27, 2011

PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS MASYARAKAT

Otonomi Daerah membawa konsekuensi adanya penyerahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan serta perencanaan pembangunan. Pembangunan daerah dilaksanakan berdasarkan pada kondisi dan potensi yang dimiliki daerah.

Daerah harus mengetahui segala potensi yang dimiliki serta lihai mengelolanya sehingga mampu melaksanakan pembangunan.

Pemerintah Daerah memiliki keleluasaan yang lebih banyak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga pembangunan bisa mengarah pada pengelolaan secara bottom up. Dengan demikian Pemerintah daerah bukan lagi sekedar operator pembangunan, tetapi juga sebagai entrepreneur, koordinator, fasilitator dan stimulator.[1]

sumber:http://4lvoe.blogspot.com/2008/10/penanggulangan-kemiskinan-berbasis.html

Dengan pengelolaan yang bottom up akan menciptakan suatu pembangunan yang kreatif yaitu pembangunan yang mampu memberikan ciri khas daerahnya sendiri sehingga daerah tersebut nantinya akan memiliki keunggulan yang kompetitif.

Namun di lain pihak, anggaran pembangunan yang tersedia terbatas sedangkan program pembangunan yang dibutuhkan relatif banyak. Dalam hal ini Pemerintah Daerah dituntut untuk mampu melakukan penentuan prioritas program pembangunan yang diusulkan dimana penyusunannya berdasarkan kriteria yang terukur dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menunjang impelementasi program pembangunan tersebut.

Kewenangan pengambil keputusan dan tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat sepenuhnya ada pada pemerintah daerah dan legislatifnya termasuk dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan. Salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan bagi masyarakat miskin.

Kemiskinan merupakan permasalahan yang harus segera tuntas karena keadaan miskin membuat masyarakat menjadi lemah dan tidak bermartabat.

Pemerintah baik pusat maupun daerah telah berupaya dalam melaksanakan berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan namun masih jauh panggang daripada api. Kebijakan dan program yang dilaksanakan belum menampakkan hasil yang optimal. Masih terjadi kesenjangan antara rencana dengan pencapaian tujuan karena kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan lebih berorientasi pada program sektoral. Oleh karena itu diperlukan suatu strategi penanggulangan kemiskinan yang terpadu, terintegrasi dan sinergis sehingga dapat menyelesaikan masalah secara tuntas. Kunci pemecahan masalah kemiskinan adalah memberi kesempatan kepada masyarakat miskin untuk ikut serta dalam seluruh tahap pembangunan.

KEMISKINAN SEBAGAI MASALAH BERSAMA
Kemiskinan adalah suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia namun juga bagi negara maju yang telah memiliki kemapanan dalam bidang ekonomi.

Kemiskinan sebagai masalah bersama tidak dapat hanya diselesaikan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan pembangunan, akan tetapi juga harus menjadi tanggung jawab bersama bagi semua pelaku pembangunan termasuk masyarakat itu sendiri.

Program pembangunan yang diarahkan kepada masyarakat miskin dapat dipandang sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan akan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Untuk dapat merencanakan program pembangunan sektoral yang holistik diperlukan suatu metode penentuan sasaran yang mapan. Oleh karena itu, pengembangan informasi yang berkaitan dengan profil penduduk miskin dan wilayah miskin harus dapat digunakan sebagai dasar penentuan sasaran secara tepat dan terarah.

Secara umum kemiskinan jika dilihat dari penyebabnya dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok utama yaitu kemiskinan struktural, kemiskinan kultural dan kemiskinan alami. Kemiskinan struktural lebih disebabkan pada hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan, peraturan, serta lembaga yang ada di masyarakat yang menghambat produktivitas dan mobilitas masyarakat. Kemiskinan kultural berkaitan dengan nilai-nilai sosial budaya yang tidak produktif, tingkat kesehatan yang buruk serta pendidikan yang rendah sedangkan kemiskinan alami terkait dengan kondisi alam dan geografis yang tidak mendukung masyarakat seperti daerah yang tandus, terpencil atau bahkan terisolasi.

Bali sebagai daerah tujuan wisata juga tidak terlepas dari kondisi masyarakat miskin baik struktural, kultural maupun alamiah. Mengutip pernyataan Kabid Sosbud Bappeda Provinsi Bali, Pande Maliana, pada media Bali Post tanggal 30 Mei 2006, dinyatakan bahwa kondisi kemiskinan di Bali disebabkan faktor alamiah seperti lahan kritis, tandus dan curah hujan yang rendah. Kemiskinan kultural karena perilaku dan kebiasaan masyarakat yang keliru serta kemiskinan struktural lantaran adanya kesenjangan akibat kebijakan pembangunan yang tidak tepat.
Faktor yang memicu terjadinya kemiskinan diantaranya rendahnya taraf pendidikan sehingga mengakibatkan terbatasnya kesempatan dalam memperoleh pekerjaan dan rendahnya tingkat kesehatan yang menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir serta prakarsa.

Salah satu tingkat kemiskinan di Bali dapat dilihat dari jumlah rumah tangga miskin (RTM). Hal ini sangat relevan mengingat secara umum masyarakat miskin bergantung hanya pada kepala keluarganya. BPS melakukan pendataan rumah tangga miskin dengan menggunakan 14 variabel kemiskinan dimana variabel ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan memenuhi kebutuhan kalori dan kebutuhan dasar non makanan. Adapun variabel-varabel yang dimaksud adalah

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal <>
2. Lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak mempunyai fasilitas buang air besar
5. Penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam satu minggu.
9. Hanya membeli satu setel pakaian baru dalam satu tahun.
10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari
11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas/poliklinik.
12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani : dengan luas lahan <>
13. Pendidkan tertinggi kepala rumah tangga : tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp 500.000,00 seperti sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Dari seluruh jumlah rumah tangga miskin di Provinsi Bali sebagian besar bermukim di bagian utara dan timur pulau Bali. Jika dilihat secara absolut, sebaran rumah tangga miskin terbanyak berada di Kabupaten Buleleng namun secara proporsional dari masing-masing kabupaten/kota proporsi rumah tangga miskin terbesar berada di Kabupaten Karangasem. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita melihat kondisi geografis dari kedua daerah tersebut. Banyak kawasan di Kabupaten Buleleng maupun Kabupaten Karangasem yang memiliki kondisi alam yang kritis, tandus, curah hujan yang rendah serta sering terjadi bencana alam.

Kondisi ini masih memprihatinkan mengingat begitu banyak program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan.

Banyak masyarakat miskin yang telah tersentuh program penanggulangan kemiskinan namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Masyarakat miskin yang telah tersentuh program pengentasan kemiskinan tidak beranjak dari kondisi kemiskinannya. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan permasalahan ini. Pertama, program penanggulangan masih berorientasi pada aspek ekonomi semata. Kenyataan yang ada bahwa masalah kemiskinan merupakan masalah multi dimensi sehingga program penanggulangan kemiskinan hendaknya tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi tapi juga aspek lainnya secara holistik.

Kedua, program penanggulangan kemiskinan dengan pola top down planning memposisikan masyarakat miskin sebagai obyek bukan sebagai subyek atau pelaku utama yang aktif terlibat dalam aktivitas program tersebut. Untuk itu perlu melibatkan masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, bahkan jika memungkinkan sampai pada tahap pengambilan keputusan.

Ketiga, Program penanggulangan kemiskinan lebih bersifat sebagai suatu bentuk rasa murah hati dari pemerintah yang akhirnya mengenyampingkan produktivitas masyarakat miskin dan mendorong masyarakat miskin lebih menggantungkan diri pada bantuan yang diberikan oleh pihak lain. Seharusnya masyarakat miskin dipandang sebagai sumberdaya manusia yang berpotensi untuk berpikir dan bertindak yang pada saat ini memerlukan penguatan agar mampu memanfaatkan daya yang dimiliki. Masyarakat miskin akan mampu membangun dirinya sendiri jika pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mau memberikan kebebasan kepada masyarakat tersebut untuk mengatur dirinya sendiri yang diikuti oleh peran pemerintah sebagai fasilitator.

Ruang lingkup program penanggulangan kemiskinan seharusnya tidak hanya mengenai besarnya jumlah bantuan yang diberikan kepada sasaran namun juga harus terdapat upaya peningkatan kemampuan, kewenangan serta tanggung jawab masyarakat khususnya masyarakat miskin dalam pengelolaan tersebut.


MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN
Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa program-program penanggulangan kemiskinan masih belum mencapai sasaran yang optimal. Hal ini berakibat banyak proyek pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin menjasi salah alamat dan tidak memecahkan masalah.

Untuk itu diperlukan pemahaman dalam penanggulangan kemiskinan yang lebih melibatkan masyarakat miskin sebagai pelaku pembangunan. Masyarakat miskin tidak lagi hanya sebagai obyek yang dianggap tidak mampu sehingga tidak dilibatkan dalam proses perencanaan yang berdampak pada pelaksanaan kebijakan yang salah sasaran.

Melibatkan masyarakat tidak hanya sekedar berpartisipasi namun lebih daripada itu. Masyarakat miskin diberdayakan dalam proses pembangunan utamanya dalam menanggulangi kemiskinannya.

Pemberdayaan pada dasarnya merupakan suatu proses yang dijalankan dengan kesadaran dan partisipasi penuh dari para pihak untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat sebagai sumberdaya pembangunan agar mampu mengenali permasalahan yang dihadapi dalam mengembangkan dan menolong diri menuju keadaan yang lebih baik, mampu menggali dan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia untuk kepentingan diri dan kelompoknya, serta mampu mengeksistensikan diri secara jelas dengan mendapat manfaat darinya.

Pemberdayaan adalah sebuah ”proses menjadi”, bukan ”proses instan”. Sebagai proses, pemberdayaan mempunyai tiga tahapan yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan.[2]

Tahap penyadaran, target sasaran yaitu masyarakat miskin diberikan pemahaman bahwa mereka mempunyai hak untuk menjadi berada. Di samping itu juga diberikan penyadaran bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk keluar dari kemiskinannya. Pada tahap ini, masyarakat miskin dibuat mengerti bahwa proses pemberdayaan itu harus berasal dari diri mereka sendiri. Diupayakan pula agar komunitas ini mendapat cukup informasi. Melalui informasi aktual dan akurat terjadi proses penyadaran secara alamiah. Proses ini dapat dipercepat dan dirasionalkan hasilnya dengan hadirnya upaya pendampingan.

Tahap Pengkapasitasan, tahap ini bertujuan untuk memampukan masyarakat miskin sehingga mereka memiliki keterampilan untuk mengelola peluang yang akan diberikan. Tahap ini dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan, lokakaya dan kegiatan sejenis yang bertujuan untuk meningkatkan life skill dari masyarakat miskin. Pada tahap ini sekaligus dikenalkan dan dibukakan akses kepada sumberdaya kunci yang berada di luar komunitasnya sebagai jembatan mewujudkan harapan dan eksistensi dirinya. Selain memampukan masyarakat miskin baik secara individu maupun kelompok, proses memampukan juga menyangkut organisasi dan sistem nilai. Pengkapasitasan organisasi melalui restrukturisasi organisasi pelaksana sedangkan pengkapasitasan sistem nilai terkait dengan ”aturan main” yang akan digunakan dalam mengelola peluang.

Tahap Pendayaan, pada tahap ini masyarakat miskin diberikan peluang yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan yang ditempuh dengan memberikan peran yang lebih besar secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan kapabilitasnya. Masyarakat miskin diakomodasi aspirasinya serta dituntun untuk melakukan self evaluation terhadap pilihan dan hasil pelaksanaan atas pilihan yang dilakukan.

Konsep pemberdayaan masyarakat dapat dikembangkan sebagai mekanisme perencanaan dan pembangunan yang bersifat bottom up yang melibatkan peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan perencanaan dan pembangunan. Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan disusun sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berarti dalam penyusunan program penanggulangan kemiskinan dilakukan penentuan prioritas berdasarkan besar kecilnya tingkat kepentingan sehingga implementasi program akan terlaksana secara efektif dan efisien.

Melalui pemberdayaan, masyarakat akan mampu menilai lingkungan sosial ekonominya serta mampu mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu dilakukan perbaikan. Tahapan selanjutnya dari pemberdayaan adalah mewujudkan masyarakat yang mandiri berkelanjutan. Mandiri adalah langkah lanjut yang rasional dari masyarakat yang telah sejahtera. Dalam kata mandiri telah terkandung pengertian ada usaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan usaha sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Dalam pemandirian masyarakat miskin hendaknya tidak mengabaikan potensi dan kapasitas yang tersisa dalam diri maupun kelompoknya serta menghindarkan diri dari budaya cepat puas dan merasa cukup. Dalam pemandirian masyarkat miskin diajak untuk mengembangkan jejaring komunikasi sehingga mereka bisa menambah wawasan dan selalu diingatkan untuk memiliki pikiran yang maju berwawasan jauh ke depan untuk menjangkau kondisi yang lebih baik.

PENUTUP
Dalam memberdayakan masyarakat miskin sangat diperlukan partisipasinya sebagai kekuatan dinamisasi dan perekat masyarakat akar rumput untuk menunjang pembangunan. Pemberdayaan memberi ruang bagi pengembangan keberagaman kemampuan masyasakat miskin dimana satu sama lain akan saling melengkapi.

Memberdayakan masyarakat dalam melaksanakan program penanggulangan kemiskinan harus mampu meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki terhadap program yang dilaksanakan.

Jadi dalam melaksanakan program penanggulangan kemiskinan bukanlah jumlah bantuan yang diutamakan teapi bagaimana menggerakkan partisipasi masyarakat sehingga menciptakan pembangunan yang berbasis kepada masyarakat.
[1] Lincolin Arsyad, ”Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah”, 1999
[2] Randy R Wrihatnolo dan Riant Nugroho Dwidjowijoto, ”Manajemen Pemberdayaan. Sebuah Pengantar dan Panduan Untuk Pemberdayaan Masyarakat”, 2007

By : Putu A. Pramitha P.

Jurnal Ekonomi dan Sosial "INPUT"

Volume 1 Nomor 1 Februari 2008

KHASIAT DALAM SECANGKIR TEH

Cerita tentang teh adalah cerita tentang minuman berusia ribuan tahun yang dikenal Kaisar Sheng Nung secara tak disengaja. Gara-gara sesepoi angin nakal menerbangkan daun-daun teh liar masuk ke dalam rebusan air minumannya, sang kaisar yang memerintah Cina pada tahun 2737 sebelum Masehi, menemukan minuman yang lebih nikmat dari air putih. Bahkan kemudian sang kaisar menganjurkan rakyatnya untuk minum teh. Katanya, rebusan air bercampur daun teh ini berkhasiat menyembuhkan sakit ginjal, demam, infeksi dan tumor di kepala.
Sungguhkah daun teh yang termasuk tanaman perdu itu begitu berkhasiat?? Jangan-jangan, itu hanya pendapat pribadi sang kaisar.
Tetapi ternyata, para peneliti obat-obatan masa kini memang menemukan bukti yang menguatkan pendapat sang kaisar – “Daun teh mengandung komponen yang bisa mengurangi resiko sejumlah penyakit kronis, seperti stroke, serangan jantung dan beberapa jenis kanker”, ungkap Dr. John Weisburger, seorang peneliti ahli dari American Health Foundation di New York.
Bahkan informasi yang lebih menggembirakan adalah bahwa senyawa di dalam teh hijau seratus kali lebih ampuh untuk menetralisir radikal bebas daripada vitamin C.

Minuman Kuno Paling Populer
Semilyar cangkir teh bukan jumlah sedikit, apalagi kalau dihitung dalam sehari. Tahukah anda, sebanyak itulah teh yang diminum penduduk dunia dalam sehari.
Para biksu Budha termasuk penggemar teh. Sebab dengan minum teh, mereka tetap terjaga saat bermeditasi (teh mengandung kafein paling tidak separuh kafein dalam kopi). Para biksu ini percaya, teh berkhasiat menyembuhkan penyakit.
Shogun Minamoto Sanetomo yang memerintah Jepang pada abad ke-13 tergeletak hampir tewas sepulang pesta. Seorang biksu menyuruhnya berdoa dan minum teh. Sang shogun terlepas dari cengkeraman maut. Teh yang menyelamatkan nyawa sang shogun, jadi bukti nyata bagi rakyat Jepang, bahwa teh adalah minuman berkhasiat.
Penduduk Eropa mengenal teh dari orang Belanda, yang mengangkut teh dari Cina sekitar abad-17. “Berkhasiat menyembuhkan pelbagai penyakit dan memperpanjang umur”, kata dokter Nikolas Tulp dalam tulisannya di Observationes Medicae di tahun 1641.
Orang Inggris pun dikenal sebagai bangsa yang gemar minum teh. Ratu Anne yang memerintah Inggris pada abad ke-18 , memilih teh sebagai minuman pagi harinya.
Tak ketinggalan orang Amerika, yang kemudian memperkenalkan teh kantong dan iced tea, pertama kali saat Pekan Raya Dunia di St. Louis tahun 1904.
Demikian pula di Indonesia. Dari kalangan bawah sampai atas, akrab dengan minuman dari tanaman perdu ini. Di warung pinggir jalan, restoran mewah sampai hotel berbintang ataupun saat bertandang, teh jadi minuman suguhan.

Beda Warna, Beda Jenis
Teh termasuk tanaman perdu berwarna hijau yang dikenal dengan nama Camellia sinensis. Tanaman ini tumbuh subur di dataran yang letaknya 2.100 meter dari permukaan laut. Tingginya bisa mencapai sembilan meter. Namun di perkebunan-perkebunan, pohon teh selalu dipotong sehingga paling tinggi cuma satu meter. Teh paling berkualitas berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar.
Teh hijau, teh hitam dan teh Oolong adalah jenis teh yang dibuat dari tanaman perdu ini. Nama teh yang berbeda-beda itu hanya menunjukkan perbedaan proses produksi setelah pemetikan.
Teh hijau adalah teh paling tua. Orang Jepang dan Cina paling suka jenis teh ini.
Sesudah dipetik, daun-daun yang masih hijau dijemur di panas sampai layu dan disangrai. Proses berikutnya adalah membentuk daun teh, terpilin, keriting atau bundar. Selain menambah keawetan teh, proses ini membantu pengaturan pengeluaran senyawa alami dan aroma saat penyeduhan. Proses terakhir, daun-daun teh dikeringkan dengan pengapian, agar keharuman dan aroma alami, serta kehijauannya tetap terjaga.
Teh hitam pembuatannya pun sama, meski juga ada yang bervariasi. Sesudah dipetik, daun-daun teh dijemur selama 12-18 jam, kemudian diperas agar seluruh kandungan airnya hilang. Setelah itu baru ditebar untuk difermentasi. Ketika melalui proses fermentasi inilah, daun teh berubah menjadi lebih gelap dan berkurang sari kepahitannya. Merek teh hitam yang terkenal antara lain, Darjeeling, English Breakfast, Earl Grey, dan lapsang souchong.
Teh Ooolong berwarna coklat kehija-hijauan dengan bau yang lebih harum dari teh hijau, tetapi lebih sedap dari teh hitam. Proses produksi teh Oolong disebut semi fermentasi dan tidak serumit teh hitam. Khusus untuk teh Oolong dipilih daun teh yang lebih lebar dan lebih tua. Sesudah dipetik dan dijemur, daun-daun teh yang layu ini dimasukkan ke dalam bambu dan dikocok-kocok dengan cepat, agar pinggiran daunnya rusak. Pinggiran daun yang rusak berubah merah akibat proses fermentasi, sementara bagian tengah daun masih hijau. Sesudah itu daun ditebar dalam tempat khusus untuk dikeringkan.
Tempat fermentasi teh tergantung pada tipe Oolongnya. Teh Oolong hijau, misalnya, fermentasinya hanya sampai 20%. Sementara teh Oolong formosa klasik sampai 60%.

Sarat Khasiat
Dari hasil penelitian, diketahui teh mengandung senyawa organik utama yang dinamakan polyphenol. Teh hitam juga mengandung polyphenol tetapi tidak sebanyak teh hijau. Senyawa antioksidan ini bisa mencegah kanker, sakit jantung, stroke, memperlancar sistem sirkulasi, menguatkan pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan membantu penambahan jumlah sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Polyphenol ternyata juga mengurangi pembentukan plak gigi dan mempengaruhi kerja bakteri mulut. Bahkan hasil penelitian University of Kansas yang dipresentasikan di American Chemical Society, menyatakan bahwa teh hijau 100 kali lebih efektif untuk menetralisir radikal bebas daripada vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dari vitamin E.
Selain polyphenol, di dalam teh terkandung sejumlah vitamin B, C, E dan kandungan vitamin B dalam teh sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada serealia dan sayur. Vitamin C-nya pun lebih tinggi dari buah apel, tomat, atau jeruk. Bila anda minum dua cangkir teh, itu sama banyaknya dengan anda menelan vitamin C dari segelas besar jus jeruk murni.
Seorang peneliti dari Belanda menyatakan bahwa orang yang minum empat sampai lima cangkir teh hijau sehari, 70% terhindar dari serangan stroke daripada orang yang hanya minum dua cangkir atau tidak sama sekali. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam menghindarkan orang dari serangan jantung.
“Kunci utamanya terletak pada flavonoid” kata John Folts, dari University of Wisconsin Medical School’s Coronary Artery Thrombosis Research and Prevention Center. Ia menemukan adanya flavonoid dalam teh hitam yang mampu mencegah penggumpalan trombosit, mencegah pembekuan yang bisa menimbulkan serangan jantung atau stroke.

Melawan Kanker
Selain banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran, minum teh jelas merupakan cara murah dan praktis untuk mengurangi resiko terkena kanker. Seperti kanker perut dan usus (perut, usus kecil, pankreas, dan usus besar), kanker paru-paru, kanker rahim termasuk kanker payudara. Para peneliti dari Case Western Reserve University of Cleveland, Amerika menemukan bahwa minum teh hijau berarti anda sudah mengurangi 90% kemungkinan terkena kanker kulit. Peneliti di Medical College of Ohio di Toledo, Amerika menemukan bahwa teh hijau mengandung EGCG (epigallocatechin – 3 gallate). Zat inilah yang menghalangi urokinase, enzim yang vital untuk pertumbuhan kanker. EGCG ini menempelkan diri pada urokinase sehingga zat ini tidak dapat menyerang sel tubuh untuk membentuk tumor.
Namun para dokter ahli dari Center for Alternative Medicine di University of Texas, Amerika mengingatkan untuk hati-hati memanfaatkan teh hijau sebagai penangkal utama bagi penyakit-penyakit serius. Soalnya hasil penelitian mereka menyatakan bahwa tidak semua jenis kanker dapat dicegah dengan teh, melainkan kanker jenis tertentu saja karena penyebab kanker macam-macam.
“Banyak kesimpulan kami didasarkan atas hasil penelitian epidemiologi pada orang-orang yang sudah tahunan minum teh secara rutin” ujar Nancy Russel, asisten ahli epidemiologi. “Bisa saja hasilnya positif ketika dilakukan testing. Tapi lain ceritanya kalau harus berhadapan dengan kasus kanker yang sudah stadium lanjut.” Bagaimanapun, mengngat hasil-hasil evaluasi yang dicermatinya selama ini, Russel kini minum secangkir teh hijau sehari untuk kesehatannya.

Sebaiknya Berapa Cangkir Sehari?
Yang menjadi pertanyaan kemudian, berapa banyak teh yang kita perlukan agar bermanfaat bagi tubuh kita?
Dari hasil penelitian Weisburger diperoleh jawaban, bahwa empat sampai lima cangkir @200 cc air teh sehari cukup.
Sementara yang lainnya mengatakan kurang dari jumlah itu pun sudah cukup bermanfaat bagi tubuh manusia. Namun para ahli meragukan, apakah dengan menambah jeruk lemon atau susu ke dalam teh, khasiat teh tetap terjaga? Yang jelas, gula dalam teh bisa membuat kerusakan gigi. Rasanya akan lebih bijaksana, sebelum diketahui kepastiannya, minum teh tanpa tambahan apapun.
Seorang bijak bernama T’ien Yiheng mengatakan : “Minum teh, lupakan kesusahan dunia”
Para peneliti modern menyebut-nyebut pepetah kuno berbunyi ;”Kebiasaan minum teh membuat para dokter kelaparan”.

Yang Baik dan Buruk
1Riset di Amerika mengungkapkan bahwa minum satu sampai empat cangkir teh hijau baik sebagai dosis preventif terhadap kanker.
2. Minum teh lebih dari lima cangkir sehari meningkatkan resiko kanker pankreas
3. Teh mengandung kafein (meski tidak sebanyak kopi), jadi bisa menyebabkan insomnia (susah tidur). Teh juga meningkatkan pembentukan air seni.

sumber:http://4lvoe.blogspot.com/2008/11/khasiat-dalam-secangkir-teh_12.html