Showing posts with label wisata Ngawi. Show all posts
Showing posts with label wisata Ngawi. Show all posts

Saturday, May 7, 2011

WISATA AIR TERJUN SUWONO NGAWI

Air Terjun Suwono Terletak di desa Hargomulyo kecamatan Ngrambe, Air Terjun Suwono dengan ketinggian 20s/d30 m.dan air terjun ini bercabang menjadi dua , suasananya yang alami membuat kita merasa damai,sejuk dan asri terletak ditengah hutan pinus dan dari sana kita dapat memandang perkebunan teh jamus.untuk mencapai air terjun suwono prasarana jalan telah dirabat, dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 1,5 km.

Orbitasi :

1 Dengan ruas jalan Kabupaten Kota Ngrambe 13 Km
2 Dengan ruas jalan Provinsi antara Ngawi Solo 25 Km
3 Dengan Kota Ngawi 35 Km

NB:Rencana Hunting wisata seri berikutnya dari "Team hunting wisata Ngawi"
Basecamp " Anthurium Cafe Ngawi "

Jelajah Wisata NGAWI " Air Terjun Teleng Selo Ondo NGAWI "

Team Hunting Wisata Ngawi

Kabupaten Ngawi adalah sebuah wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.Mencoba menggali aset Ngawi yang memiliki potensi lebih dalam bidang wisata.Ngawi memiliki potensi pariwisata alam yang sangat lah banyak, namun kurang nya profesionalitas dalam pengelolaan sehingga kurang boomingnya pariwisata ngawi di luar kota Ngawi. Alangkah indahnya jika Pemerintah untuk segera merombak sistem dan mengoptimalkan pariwisata di Ngawi. Mungkin kurang nya sosialisasi dari pihak terkait n kurang nya Pengoptimalan Sumber Daya Alam yang dimiliki oleh Ngawi. Inilah berbagai contoh wisata-wisata yang berada di ngawi. Yang gak kalah indahnya dengan pariwisata-pariwisata yang sudah terkenal.Salah satunya adalah Air Terjun Teleng Selo Ondo NGAWI yang patut untuk dikunjungi,Keindahan alam Air Terjun Teleng Selo Ondo NGAWI yang masih alami ini menjadikan daya tarik tersendiri sebagai obyek wisata alam yang natural .Air Terjun Teleng Selo Ondo NGAWI tersedia juga bumi perkemahan dan .

Bumi Perkemahan Selo Ondo ( Ngrayudan Ngawi )
Kegiatan Out Bond seperti rock climbing , halang rintang , bumi perkemahan bisa diadakan di kawasan ini. Hal ini didukung keindahan alam yang asri ada di kawasan ini , hawa sejuk , hutan yang rindang dan tebing – tebing yang terjal . Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo berada di sebelah utara Lereng Gunung Lawu.

Dan ternyata obyek-obyek di Air Terjun Teleng Selo Ondo NGAWI juga sangat cocok untuk dokumentasi foto Pre WEDDING


Jurang Selo Ondo NGAWI
Tebing Selo Ondo NGAWI

Team Hunting Wisata Ngawi

Team Hunting Wisata Ngawi

Team Hunting Wisata Ngawi

Team Hunting Wisata Ngawi

Team Hunting Wisata Ngawi

foto model di selo ondo Ngawi


Selo Ondo NGAWI


Air Terjun Teleng " Selo Ondo NGAWI "


Jembatan Selo Ondo NGAWI
Wisata Air Selo Ondo NGAWI
Air terjun Teleng Selo Ondo NGAWI
Air terjun Teleng Selo Ondo NGAWI


dokumentasi "TEAM HUNTING WISATA NGAWI"
Basecamp " Anturium Cafe Ngawi "

sumber:http://republikendonesa.blogspot.com/2011/05/jelajah-wisata-ngawi-air-terjun-teleng.html

Wisata Musium Trinil Ngawi

Trinil adalah situs paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (kira-kira 13 km sebelum kota Ngawi dari arah kota Solo). Trinil merupakan kawasan di lembah Sungai Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman Plistosen Tengah, sekitar satu juta tahun lalu.

Pada tahun 1891 Eugène Dubois, yang adalah seorang ahli anatomi menemukan bekas manusia purba pertama di luar Eropa yaitu spesimen manusia Jawa. Pada 1893 Dubois menemukan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus serta fosil hewan dan tumbuhan purba lain.

Saat ini Trinil berdiri sebuah museum yang menempati area seluas tiga hektar, dimana koleksinya di antaranya fosil tengkorak Pithecantrophus erectus, fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba (Stegodon trigonocephalus), dan fosil tanduk banteng purba (Bibos palaeosondaicus). Situs ini dibangun atas prakarsa dari Prof. Teuku Jacob ahli antropologi dari Universitas Gadjah Mada.


Situs Museum Trinil dalam penelitian merupakan salah satu tempat hunian kehidupan purba pada zaman Pleistosen Tengah, kurang lebih 1,5 juta tahun yang lalu yang terdapat di kota Ngawi. Situs Trinil ini amat penting sebab di situs ini selain ditemukan data manusia purba juga menyimpan bukti konkrit tentang lingkungannya, baik flora maupun faunanya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizZphRko7XDmaLP8ebjp5y-e8M5xJuqw3sB8SGZlAba8Ji7RZ5Q3zxcZhpgiL1_4qrzTWVpqvdL-DyOtyEqS1D9QIsz5_UleZl6jOS5IXAGd0iDsOvyoWoRSUsqIxn1MnO2NpPw2umrCY/s400/museum+trinil.jpg

Museum Trinil terletak di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Sayang sekali di jalan arteri yang bisa menjadi petunjuk utama, tidak ada satupun patokan yang bisa mengarahkan kita ke Museum tersebut. Kalau bertanya sama seseorang hanya dijawab, “ Pokoknya belok ke gang yang ada gapura hitamnya,”. Akhirnya setelah bertanya selama dua kali, sampailah kami di lokasi museum.

http://farm4.static.flickr.com/3592/3449110203_50b9099c04_o.jpg

Pintu gerbang museum yang sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama, kemudian kami melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang. Ketika masuk ke lokasi parkir, kesan pertama yang timbul adalah bahwa museum ini kurang optimal perawatannya, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan.

Masuk ke dalam museum kami mendapati ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya adalah : fosil tengkorak manusia purba ( Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi ), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsyaO5tlmXqKgLn5HvKzPmd3igEoMXEIcdmBIqLRIKi948VC0s0dL3FMIuwCxV8GKXff44fpTpXWP1sXa47HhA8rfFXUDpDBB0FfVxx8W-nnL7YH__etiVCbLWfVnpUpuLm5MQH6L8DLc/s1600/trinil-museum-03.jpg

Disamping itu masih ada beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana Afrika Selatan, Homo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak kalau tidak dpelihara oleh seorang sukarelawan.

Wirodihardjo atau Wiro balung alias Sapari dari Kelurahan Kawu adalah seorang sukarelawan yang menyadari bahwa tugu itu mempunyai makna yang besar dan sangat berguna bagi penelitian selanjutnya. Wajar ia berpendapat begitu, karena ia telah menyaksikan ekspedisi atau penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan setelah penggalian yang dilakukan E.Dubois dan Salenka. Orang asing atau mahasiswa datang silih berganti untuk melakukan ekspedisi yang tentunya dengan biaya yang mahal. Oleh karena itu, sebagai putra daerah tersebut, ia merasa ikut bertanggungjawab atas kelestarian tempat itu.

Kehadiran Wirodiharjo di Trinil sangat berarti, karena beliau menjadi tempat untuk bertanya para pengunjung tentang fosil di Trinil. Walaupun tempat tersebut terkenal sebagai daerah fosil, namun kenyataan waktu itu tidak satupun fosil yang ada di Trinil. Untuk itulah ia mengumpulkan setiap fosil yang ditemukan di sungai Bengawan Solo. Selain itu Pak Wiro juga mendapat laporan dari penduduk sekitar bahwa mereka menemukan fosil. Dari hari ke hari fosil yang dikumpulkan dari tiga desa ; sebelah barat Desa Kawu, sebelah utara Desa Gemarang dan sebelah timur Desa Ngancar bertambah banyak, atas tinjauan Kepala Seksi Kebudayaan Depdikbud Ngawi waktu itu ( Pak Mukiyo ) ia mendapat bantuan tiga buah almari untuk menyimpan fosil-fosil tersebut. Sejak saat itulah Pak Wirodiharjo terkenal dengan sebutan Wiro Balung yang berarti Pak Wiro yang suka mengumpulkan balung-balung ( tulang ).

Dan selanjutnya pada tahun 1980/1981 Pemerintah daerah setempat mendirikan museum untuk menampung fosil-fosil tersebut yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Jatim “Soelarso” pada tanggal 20 Nopember 1991. Namun sayang Wiro Balung sudah tiada sejak 1 April 1990 dan keahlian beliau diteruskan oleh anaknya Mas Sujono ( 37 ) yang sekarang menjad juru kunci Museum Trinil. Selain dari diorama yang ada, Mas Sujono juga banyak memberikan keterangan tambahan kepada kami.

Diantara tambahan keterangan Mas Sujono yang sangat penting adalah,”Bahwasannya Trinil merupakan daerah padang savanna pada masa lampau. Kenapa ? karena adanya manusia, banteng, gajah dan hewan-hewan yang lain yang tumbuh di satu area. Hal ini cukup menunjukkan kalau dulu daerah ini adalah savanna. Namun kemudian setelah adanya letusan Gunung Lawu yang berturut-turut hancurlah peradaban yang ada di Trinil dan sekitarnya,” kata Mas Sujono dengan mimik serius. Dengan melihat Museum Trinil suatu kearifan dapat kita tarik dari berbagai temuan para ilmuwan tentang manusia purba. Adalah suatu kenyataan bahwa dibalik keanekaragaman wujud kehidupan kita dewasa ini, sesungguhnya ada kesamaan asal-usul kita seluruhnya sebagai manusia.

sumber:http://republikendonesa.blogspot.com/2011/05/musium-trinil-ngawi.html

Objek wisata perkebunan the jamus dikelola oleh PT Candi Loka. Perkebunan the Jamus menawarkan pemandangan indah di kaki pegunungan Lawu dengan alam yang sejuk dan alami. Perkebunan ini berlokasi di desa Girikerto kecamatan Sine kurang lebih 40 km dari Ngawi. Lokasi yang terletak di ketinggian pegunungan Lawu dengan pemndangan perkebunan the sejauh mata memandang memberi sensasi yang luar biasa. Disini juga terdapat sumber air Sumber lanang yang dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan membuat awet muda.(eastjava.com)

Kebun Teh Jamus Ngawi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcTplWV072cUj8-x6B9fh6V1Auvwzm0KT9cejwFQDZDT-XXoo9FRW8yiuhjynKn47MudvEk2FeIpTr9n1M5ZZL0XD1b83WwxEEw9AzUjcTTdTEljLNEIGmaz4ydaTnJXDlp4sr4PGQq-MX/s1600/pesona-jamus-ngawi-21.jpg

http://sekalisaja.blogdetik.com/files/2009/12/pesona-jamus-ngawi-4-300x200.jpg


Kebun Teh Jamus sebagai salah satu unit perkebunan besar di Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur sudah barang tentu mempunyai andil dalam upaya mendukung tercapainya sasaran kebijakan pemerintah Kabupaten Ngawi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan termasuk pengentasan kemiskinan, memberikan lapangan kerja, penghasil produk eksport serta pemeliharaan sumber daya alam dan kelestarian Lingkungan Hidup. Selain itu sektor agrowisata merupakan potensi yang harus digali dan dikembangkan.
Menyadari sangat pentingnya pembangunan Kebun Teh Jamus diberbagai sektor maka pihak pengelola yakni PT. Candi Loka mengambil kebijakan khususnya sektor agrowisata benar-benar tengah digarap potensi dan pengembangannya dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan hidup.
Agrowisata yang berwawasan lingkungan hidup ini sebenarnya sudah diawali tahun 1993 dengan membangun kawasan kebun dan lingkungannya tetap alami dan lestari. Langkah yang ditempuh selain pemadatan populasi teh dengan berbagai koleksi klon juga program sejuta pohon pelindung yang akhirnya mampu meraih penghargaan tingkat nasional nominasi Kalpataru tahun 2004 kategori Pembina Lingkungan Hidup pada peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2004 di Istana Negara Jakarta.
Mengingat semakin padatnya kunjungan wisata ke Jamus, saat ini pengembangan sektor Agrowisata Jamus dengan berbagai fasilitas penunjang sedang dilaksanakan pembangunannya. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat terwujud, lebih-lebih akses jalan yang memadai menuju kawasan Agrowisata Jamus. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Oleh sebab itu pengelola Kebun Teh Jamus telah melebarkan jalan diarea kebun menuju tempat wisata disamping aman, kenyamanan berwisata akan dapat lebih sempurna apabila jalan pemkab di Sambirejo sampai dengan Jamus secara keseluruhan telah diperlebar dan diaspal.
Selanjutnya disusunlah profil Agrowisata Jamus dimaksudkan memberikan gambaran tentang paket Agrowisata di Jamus.

OBYEK AGROWISATA
Pembibitan Tanaman Teh Dan Aneka Tanaman
Luas Pembibitan 1 Ha dengan atap khusus (paranet), pembibitan berbagai jenis tanaman dan bunga – bungaan merupakan unit usaha aneka pembibitan tanaman Koperasi Karyawan Sumber Candiloka.



Koleksi Berbagai Klon Teh













Grojokan Songo Tuk Pakel
Suatu pemandangan air mengalir sepanjang hampir 25 meter lebar 3 meter mengalir deras lewat bebatuan yang tertata alami bentuk seperti tangga tidak beraturan dan berlekuk sangat bagus dan indah. Pinggiran grojokan pepohonan yang rindang asri tak jemu jemu untuk dipandang; mata dan pikiran terasa benar benar segar. Sekitar grojokan daun daun teh yang masih muda segar siap dipetik.
















Bumi Perkemahan "KANTIL IDAMAN"
Luas lahan 0,7 Ha mampu menampung 1000 peserta kemah, fasilitas; Masjid, mck dan tempat api unggun dibawah 3 pohon kantil yang telah berusia lebih dari 1 abad (tahun 1881-sekarang =124 tahun). Dari Lokasi ini dapat terlihat pucuk pucuk pinus dan hamparan persawahan serta tanaman teh yang tertata indah bak permadani.














Makam Pendiri Kebun Teh Jamus Van Der Rappart (1826-1910)


Petilasan berupa makam pendiri kebun teh Van der Rapard (Belanda) yang membuka kebun teh jamus

Kincir Air Pembangkit Tenaga Listrik Peninggalan Belanda


Kincir air ini masih berfungsi menghasilkan energi listrik untuk penerangan jalan dan perumahan kapasitas terpasang 50 KVA, dengan diameter 150 cm berat ± 2 ton yang beroperasi tahun 1930 didatangkan dari negeri Belanda.

Panorama Gardupolo


Di lokasi Gardupolo akan di bangun kolam renang, game area, camping ground, café, dll dengan panorama seperti di gambar ini

Kolam Renang Anak-Anak “Sumber Lanang”



Kolam renang untuk anak-anak, dari mata air Sumber Lanang, airnya sejuk dan menyehatkan di kelilingi pepohonan dan tanaman teh. Suhu air cukup dingin mencapai 15-22 derajat celsius.

Jamus Borobudur’s Hill


Sebuah bukit bentuk mirip candi borobudur, teras berupa tanaman teh yang telah berumur hampir 100 tahun, ada tangga sejumlah 117 menuju puncak bukit. Ketinggian Bukit 35,4 meter, luas Areal 3,54 Ha, Jumlah Tanaman Teh berkisar 35.400 pohon.
10. Goa Jepang
Goa yang cukup unik peninggalan tentara Jepang tahun 1942 dengan panjang + 14 meter membelah dua lorong. Konon digunakan untuk menyimpan bahan makanan, persenjataan dan harta karun.

Grojokan Kedung Putri


Grojokan dari Sumber Mata Air Sawahan dengan suara gemuruh air dan pesona air yang sangat bagus.

Agrowisata di Jamus diharapkan dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Bidang usaha yang dilaksanakan dapat berupa produk pertanian, kerajinan tangan, jasa transportasi dan lainnya. Khusus pelayanan wisata yang membutuhkan penginapan diharapkan berada di Desa Girikerto, Ngrendeng atau Sambirejo, selain pemerataan pendapatan dampak sosial negatif yang timbul di Jamus dapat diminimalisir.
PT. Candi Loka telah melaksanakan pembangunan sektor agrowisata di Jamus. Hal ini harus ditunjang dengan akses jalan menuju kawasan wisata yang baik dan memadai, peran Pemerintah Kabupaten Ngawi sangatlah dibutuhkan dalam hal pelebaran dan pengaspalan jalan tersebut.
Demikian sekilas profil Agrowisata Jamus mudah-mudahan dapat memberikan gambaran yang lebih riil dan dapat ditindaklanjuti agar usaha ini dapat memberikan hasil dan manfaat bagi semua pihak.

Wisata Kebun Teh Jamus Ngawi

Objek wisata perkebunan the jamus dikelola oleh PT Candi Loka. Perkebunan the Jamus menawarkan pemandangan indah di kaki pegunungan Lawu dengan alam yang sejuk dan alami. Perkebunan ini berlokasi di desa Girikerto kecamatan Sine kurang lebih 40 km dari Ngawi. Lokasi yang terletak di ketinggian pegunungan Lawu dengan pemndangan perkebunan the sejauh mata memandang memberi sensasi yang luar biasa. Disini juga terdapat sumber air Sumber lanang yang dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan membuat awet muda.(eastjava.com)

Kebun Teh Jamus Ngawi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcTplWV072cUj8-x6B9fh6V1Auvwzm0KT9cejwFQDZDT-XXoo9FRW8yiuhjynKn47MudvEk2FeIpTr9n1M5ZZL0XD1b83WwxEEw9AzUjcTTdTEljLNEIGmaz4ydaTnJXDlp4sr4PGQq-MX/s1600/pesona-jamus-ngawi-21.jpg

http://sekalisaja.blogdetik.com/files/2009/12/pesona-jamus-ngawi-4-300x200.jpg


Kebun Teh Jamus sebagai salah satu unit perkebunan besar di Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur sudah barang tentu mempunyai andil dalam upaya mendukung tercapainya sasaran kebijakan pemerintah Kabupaten Ngawi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan termasuk pengentasan kemiskinan, memberikan lapangan kerja, penghasil produk eksport serta pemeliharaan sumber daya alam dan kelestarian Lingkungan Hidup. Selain itu sektor agrowisata merupakan potensi yang harus digali dan dikembangkan.
Menyadari sangat pentingnya pembangunan Kebun Teh Jamus diberbagai sektor maka pihak pengelola yakni PT. Candi Loka mengambil kebijakan khususnya sektor agrowisata benar-benar tengah digarap potensi dan pengembangannya dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan hidup.
Agrowisata yang berwawasan lingkungan hidup ini sebenarnya sudah diawali tahun 1993 dengan membangun kawasan kebun dan lingkungannya tetap alami dan lestari. Langkah yang ditempuh selain pemadatan populasi teh dengan berbagai koleksi klon juga program sejuta pohon pelindung yang akhirnya mampu meraih penghargaan tingkat nasional nominasi Kalpataru tahun 2004 kategori Pembina Lingkungan Hidup pada peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2004 di Istana Negara Jakarta.
Mengingat semakin padatnya kunjungan wisata ke Jamus, saat ini pengembangan sektor Agrowisata Jamus dengan berbagai fasilitas penunjang sedang dilaksanakan pembangunannya. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat terwujud, lebih-lebih akses jalan yang memadai menuju kawasan Agrowisata Jamus. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Oleh sebab itu pengelola Kebun Teh Jamus telah melebarkan jalan diarea kebun menuju tempat wisata disamping aman, kenyamanan berwisata akan dapat lebih sempurna apabila jalan pemkab di Sambirejo sampai dengan Jamus secara keseluruhan telah diperlebar dan diaspal.
Selanjutnya disusunlah profil Agrowisata Jamus dimaksudkan memberikan gambaran tentang paket Agrowisata di Jamus.

OBYEK AGROWISATA
Pembibitan Tanaman Teh Dan Aneka Tanaman
Luas Pembibitan 1 Ha dengan atap khusus (paranet), pembibitan berbagai jenis tanaman dan bunga – bungaan merupakan unit usaha aneka pembibitan tanaman Koperasi Karyawan Sumber Candiloka.



Koleksi Berbagai Klon Teh













Grojokan Songo Tuk Pakel
Suatu pemandangan air mengalir sepanjang hampir 25 meter lebar 3 meter mengalir deras lewat bebatuan yang tertata alami bentuk seperti tangga tidak beraturan dan berlekuk sangat bagus dan indah. Pinggiran grojokan pepohonan yang rindang asri tak jemu jemu untuk dipandang; mata dan pikiran terasa benar benar segar. Sekitar grojokan daun daun teh yang masih muda segar siap dipetik.
















Bumi Perkemahan "KANTIL IDAMAN"
Luas lahan 0,7 Ha mampu menampung 1000 peserta kemah, fasilitas; Masjid, mck dan tempat api unggun dibawah 3 pohon kantil yang telah berusia lebih dari 1 abad (tahun 1881-sekarang =124 tahun). Dari Lokasi ini dapat terlihat pucuk pucuk pinus dan hamparan persawahan serta tanaman teh yang tertata indah bak permadani.














Makam Pendiri Kebun Teh Jamus Van Der Rappart (1826-1910)


Petilasan berupa makam pendiri kebun teh Van der Rapard (Belanda) yang membuka kebun teh jamus

Kincir Air Pembangkit Tenaga Listrik Peninggalan Belanda


Kincir air ini masih berfungsi menghasilkan energi listrik untuk penerangan jalan dan perumahan kapasitas terpasang 50 KVA, dengan diameter 150 cm berat ± 2 ton yang beroperasi tahun 1930 didatangkan dari negeri Belanda.

Panorama Gardupolo


Di lokasi Gardupolo akan di bangun kolam renang, game area, camping ground, café, dll dengan panorama seperti di gambar ini

Kolam Renang Anak-Anak “Sumber Lanang”



Kolam renang untuk anak-anak, dari mata air Sumber Lanang, airnya sejuk dan menyehatkan di kelilingi pepohonan dan tanaman teh. Suhu air cukup dingin mencapai 15-22 derajat celsius.

Jamus Borobudur’s Hill


Sebuah bukit bentuk mirip candi borobudur, teras berupa tanaman teh yang telah berumur hampir 100 tahun, ada tangga sejumlah 117 menuju puncak bukit. Ketinggian Bukit 35,4 meter, luas Areal 3,54 Ha, Jumlah Tanaman Teh berkisar 35.400 pohon.
10. Goa Jepang
Goa yang cukup unik peninggalan tentara Jepang tahun 1942 dengan panjang + 14 meter membelah dua lorong. Konon digunakan untuk menyimpan bahan makanan, persenjataan dan harta karun.

Grojokan Kedung Putri


Grojokan dari Sumber Mata Air Sawahan dengan suara gemuruh air dan pesona air yang sangat bagus.

Agrowisata di Jamus diharapkan dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Bidang usaha yang dilaksanakan dapat berupa produk pertanian, kerajinan tangan, jasa transportasi dan lainnya. Khusus pelayanan wisata yang membutuhkan penginapan diharapkan berada di Desa Girikerto, Ngrendeng atau Sambirejo, selain pemerataan pendapatan dampak sosial negatif yang timbul di Jamus dapat diminimalisir.
PT. Candi Loka telah melaksanakan pembangunan sektor agrowisata di Jamus. Hal ini harus ditunjang dengan akses jalan menuju kawasan wisata yang baik dan memadai, peran Pemerintah Kabupaten Ngawi sangatlah dibutuhkan dalam hal pelebaran dan pengaspalan jalan tersebut.
Demikian sekilas profil Agrowisata Jamus mudah-mudahan dapat memberikan gambaran yang lebih riil dan dapat ditindaklanjuti agar usaha ini dapat memberikan hasil dan manfaat bagi semua pihak.

Desa Ngrayudan Jogorogo Kabupaten Ngawi Terdapat Banyak Peninggalan Sejarah

Sisa Candi yang ada di daerah Ngrayudan Jogorogo Ngawi ,masyarakat disana menyebutnya daerah Demangan ,pada hari tertentu bahkan sering dikunjungi masyarakat Bali ada yang datang secara khusus ke tempat ini,karena menurut mereka tempat ini dianggap tempat suci.

Air Suci Komplek Candi Demangan
Komplek Candi Demangan Ngarayudan Ngawi

Batu Lingga Yoni " Demangan Ngrayudan Ngawi "


Batu Bekas Masinan Kijang ada terletak di tengah tengah desa Ngrayudan Jogorogo Kabupaten Ngawi ,konon batu tersebut dulu sering dijilat kijang sehingga sekarang menjadi mengkilap seperti halnya papan kayu yang dihaluskan.



sumber:http://republikendonesa.blogspot.com/2011/05/desa-ngrayudan-jogorogo-kabupaten-ngawi.html