Anda pernah menonton film robot? Bagaimana dengan film “Transformer”?
Salah satu film tentang robot tercanggih yang bisa berubah bentuk ke berbagai jenis transportasi. Mereka berasal dari planet Cybertron, mereka semua memiliki kemampuan untuk berubah dan menyesuaikan bentuk tubuh mereka dengan beragam model benda-benda yang ada di Bumi, seperti kendaraan darat, pesawat terbang, hewan, dan alat-alat elektronik modern (contohnya handphone dan CD player).
Mungkin terinspirasi dari film Transformer tersebut, seorang pecinta robot bernama Ron Tajima yang berasal dari Jepang sangat kreatif dan menciptakan robot transformer tersebut. Namun bukan ke dalam berbagai bentuk seperti mobil atau kendaraan lain seperti di filmnya. Ron menciptakan robot transformer yang dapat berubah bentuk dari kaleng bir. Sungguh nggak disangka, kini kaleng bir juga bisa menjadi robot.
Robot transformer ini dinamakan CanBot. CanBot dibuat dengan tiga kaki dan dilengkapi dengan sensor penerima perintah dari remote Wii. Jadi, untuk menggerakkan CanBot ini, kita bisa menggunakan remote konsol Nintendo Wii. CanBot bisa berubah bentuk, berjalan, dan berputar. Sumber tenaga yang digunakan dalam CanBot adalah empat baterai berukuran AA.
Ini baru inovasi teknologi Transformer, kira-kira setelah kaleng bir, bentuk apalagi ya yang akan digunakan sebagai bentuk samaran para robot? Hehe…
Belakangan ini, Nintendo Wii semakin popular dimainkan, baik kalangan remaja maupun kalangan dewasa. Ratu Elizabeth II pun juga menyukai perangkat dari Jepang ini. Dalam perangkan Nintendo Wii, pasti kita mengenal tentang Wiimote atau Wii Remote. Ini adalah salah satu perangkat dari konsol permainan Nintendo Wii yang memiliki kemampuan deteksi gerak karena dilengkapi teknologi accelerometer dan sensor optik. Yang banyak diketahui, Wiimote tentu dipakai untuk memainkan judul permainan dari Nintendo yang mengeksploitasi gerakan para pemain. Namun, ternyata perangkat ini juga bisa dimanfaatkan untuk perangkat lain yakni komputer.
Hal itu terlihat dari salah satu peraga dalam STEI Students Innovation Expo yang digelar di Auditorium ITB, Senin (9/5/2011). Di salah satu sudut pameran, terdapat satu unit laptop yang sedang menampilkan permainan Angry Birds yang jamak ditemui di komputer tablet dengan layar sentuh. Namun, bukannya dimainkan menggunakan tetikus, ternyata permainan di laptop itu bisa digerakkan menggunakan Wiimote.
Menurut Kavin Yudhitia dari STEI-ITB yang memamerkan hasil karyanya, Wiimote memiliki tekonologi yang sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan selain bermain saja. Dia hanya butuh penerima infra merah yang bisa dirakit dengan sederhana untuk menangkap sinyal yang dipancarkan Wiimote dan kemudian mengirimkan lokasi maupun posisi perangkat melalui bluetooth yang juga ada di dalamnya. Untuk itu, dia memasang bluetooth adapter di laptopnya sehingga data tersebut diubah menjadi koordinat kursor tetikus maupun berbagai perintah dari tombol yang diatur sebelumnya.
Pengaturannya cukup responsif, asalkan Wiimote menghadap sensor inframerah , pergerakannya bisa ditangkap dengan detail oleh komputer. Wiimote tersebut baru bisa dipakai dari jarak kurang dari lima meter. Kavin menuturkan bahwa kendala jarak bisa diakali dengan menambahkan komponen penguat sehingga daya tangkap sinyal lebih kuat.
Saat disinggung mengenai harganya, Kavin menuturkan bahwa perangkat Wiimote tergolong murah dengan seabrek teknologi di dalamnya. Di pasaran, harga jual Wiimote bisa mencapai Rp 200.000. Tentulah jauh lebih murah ketimbang harus memproduksi sendiri.
Soal aplikasi di masa mendatang, Kavin baru mengungkapkan bahwa penggunaan tersebut baru sebatas tampil keren dalam sebuah presentasi. "Ketimbang menggunakan slide presentasi, bukankah lebih baik tampil bergaya dengan gerakan tangan untuk mengganti halaman," ujarnya dengan nada bercanda.
Namun, Kavin punya cita-cita di masa depan yakni menggunakan ilmu tersebut bila nanti seluruh rumah sudah terkomputerisasi. Dengan satu pengendali, sang pemilik rumah tinggal duduk di ruang tamu dan dengan kibasan tangan saja bisa menyalakan lampu, menutup jendela, dan aktivitas lain yang saat ini mungkin belum bisa dibayangkan.