Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Thursday, June 9, 2011

Arti Logo Google Hari ini






Hari ini, 9 Juni 2011, apakah Ada sudah membuka situs www.google.com ?


Jika sudah, pasti anda melihat logo google seperti ini.
Apa Anda tahu maksud dari logo tersebut?







Logo tersebut dibuat untuk menghormati karya sang maestro
Les Paul, Google membuat sebuah Doodle Google berbentuk gitar yang bila anda
menggeser mouse anda pada snare gitar tersebut, maka akan muncul nada nada yang
indah. Anda dapat membuktikannya.







Sang Maestro Les Paul atau nama lengkapnya Lester William
polsfuss (June 9, 1915 – August 12, 2009) seorang musisi jazz, gitaris country
juga penulis lagu. Dia adalah pioner dalam sejarah pengembangan bentuk gitar
elektrik yang bisa menghadirkan suara yang pas untuk genre musik rock and roll.













Gitar legendaris dari karya Les Paul adalah “Gibson Les
Paul”, salah satu model gitar yang terkenal dan dikagumi oleh para gitaris
dunia, seperti salah satunya Guns n Roses.













Bagi Anda yang ingin mencoba gitar tersebut, silahkan Anda
dapat membuka situs www.google.com dan
mainkan senarnya.. selamat mencoba ya…

Sunday, March 27, 2011

Profil Gusti Erhandy Rakhmatullah ( drumer GIGI )

Tahun delapan puluh tujuhan di Banjarmasin dan sekitarnya bila ada acara-acara sering ditampilkan sebuah band yang waktu itu cukup punya nama di seantero Banjarmasin, Pawakha Band sebagai penghiburnya. Satu keunikan dari band ini, di tengah-tengah penampilannya akan menyuguhkan sebuah gimmick yang akhirnya menjadi ciri khas Pawakha band hampir pada setiap kesempatan tampil dan menjadi satu ‘atraksi’ yang ditunggu-tunggu oleh penontonnya.
‘Atraksi’ apa gerangan? Di tengah-tengah Pawakha Band membawakan lagu-lagunya..tiba-tiba muncul anak kecil berumur tujuh tahun dan langsung duduk di belakang drums menggantikan posisi drummer Pawakha, dan digebraklah satu lagu rock yang saat itu cukup populer dengan rancak oleh si drummer cilik itu dan menimbulkan decak kagum sebaian besar penonton yang ada.
Gusti Erhandy Rakhmatullah, begitu nama lengkap drummer cilik itu. Ya! Itu memang Hendy yang sekarang menduduki “kursi” drum GIGI.
Masih berkisar sekitar masa kanak-kanak Hendy di Banjarmasin. Dia pertama kali kenal dengan perangkat drum saat di rumahnya sering diadakan latihan band kakaknya. Seperti anak kecil pada umumnya kalo ada seperangkat alat band pasti yang paling menarik adalah drum. Begitu pula dengan Hendy kecil, kalo band yang latihan itu lagi rehat, yang disatroni dipake mainan Hendy pasti drum. Dasar memang talentanya Hendy di drum, anak-anak band yang lagi latihan melihat Hendy mukul-mukulnya biar cuman main-main asal mukul tapi iramanya bener. Maka diusulkanlah ke ortu Hendy agar Hendy bakatnya diarahkan aja.
Kebetulan saat itu belum nemu guru drum yang cocok buat Hendy, maka guru keyboard kakaknyalah yang didaulat untuk kasih les drum ke Hendy. Memang ga bisa detil, cuman basic-basicnya aja, lebih dikonsentrasikan ke belajar not balok, harga-harga not, beat-beat, belum sampe ke soal teknik bermain yang kompleks. Mungkin karena memang udah bakat, hanya beberapa bulan Hendy kecil udah bisa mainin beberapa lagu. Dan jadilah Hendy “bintang tamu” Pawakha Band kalo lagi manggung.
Kebetulan di Banjarmasin juga ada pemain bass & gitar cilik berbakat yang sebaya dengan Hendy. Akhirnya dibentuklah band bocah dengan nama “Little Pawakha Band” dengan formasi trio Drum, Gitar dan Bass yang merangkap vokalis. Mungkin saat itu ter-influence ama formasi grup rock gaek asal Surabaya, SAS (yang juga berformasi trio)yang memang sedang naik daun.

Kurang puas dengan ilmu yang didapat dari musisi senior lokal Banjarmasin, Hendy dan kakaknya setiap sekolahnya libur panjang, menyempatkan diri ke Jakarta untuk les ke musisi Jakarta. Hendy yang waktu itu sudah kelas empat SD (1989) pengen banget belajar ke Gilang Ramadhan. Sayang karena padatnya jadwal Gilang, Hendy hanya berkesempatan belajar ke asisten Gilang, Lemmy Ibrahim di Indra Lesmana Workshop (Sekolah Musik Farabi).
Ada cerita unik waktu Hendy les drum di Farabi. Lagi konsentrasi di salah satu kelas, tiba-tiba ada yang nengok. Si penengok menyapa Hendy kecil dan ngomong : “Sini gua gitarin”, (rupanya si penengok itu pemain gitar). Kayaknya si gitaris merasa gemes ngelihat drummer ke cil yang lucu dan permainan drumnya sudah cukup piawai itu hingga pengen iseng-iseng nge-jam. Maka terjadilah sebuah jam session kecil-kecilan antara Hendy dan gitaris tadi. Saat itu juga ada Indra Lesmana dan Gilang Ramadhan yang temannya si gitaris tadi. Belakangan baru ketahuan kalo pemain gitar tadi ternyata Dewa Budjana (waktu itu belum terbentuk GIGI).
Unik dan lucu dua musisi, yang satu masih anak-anak berumur 9 tahun dan satunya sudah 26 tahun ketemu dan main bareng. Dan sekarang, lima belas tahun kemudian, dua orang itu nge-band bareng di GIGI.
Masa libur hampir usai Hendy pun balik ke Banjarmasin. Hendy lumayan dapat bekal teknik-teknik bermain drum untuk dikembangkan sendiri di rumahnya. Syangnya drummer kecil ini belum serius banget di dunia musik. Main drum buat dia masih seperti mainan aja sama halnya dengan mainan anak-anak pada umumnya seperti games dan sebagainya. Jadi kadang-kadang kalau lagi bosan juga nggak disentuh sama sekali.

Tahun 1990 saat liburan panjang tiba, Hendy dan kakaknya pun kembali bertandang ke Jakarta untuk mencari kesempatan menambah ilmu musiknya. Obsesinya pengen belajar ke Gilang nggak pernah luntur. Nasib Hendy belum lagi beruntung, Seperti tahun lalu Gilang jadwalnya masih padat juga sehingga belum ada waktu buat kasih les drum ke Hendy. Sang kakak yang pemain keyboard menunya tahun ini menimba ilmu ke Andy Ayunir. Nah sama Andy Hendy ditawarin les sama kakanya, Arir Ayunir yang waktu itu drummer Potret.
Tak ada rotan akar pun jadi, maka Hendy pun mengiyakan untuk les ke Arie Ayunir. Hampir sebulan penuh Hendy mentransfer ilmu-ilmu drum dari Arie.
Dianggap sudah cukup bertambah ilmu dan ‘jam terbang’nya dua personel “Little Pawakha Band” Hendy dan Amin (pemain bassnya) dinaikkan ‘pangkat’nya jadi personel “Pawakha Band” (nggak little lagi, meskipun benernya termasuk masih bocah). Dengan formasi baru itu Pawakha ngikut Festival Rock-nya Log Zhelebor, sayang nggak sampe masuk babak final.

Tahun berikutnya (1991) dengan ‘semangat 45’ Pawakha kembali ikutan festival band. Kali ini bukan versi Log Zhelbeour. Tapi sama-sama tingkat nasional yang diadakan di Bandung. Dan dewi fortuna sedang berpihak, Pawakha berhasil membawa pulang ke Banjarmasin trophy juara pertama. Lebih lengkap lagi Hendy juga meraih predikat drummer terbaik, juga pemain gitarnya.

Masa SMP (1992 – 1995) Hendy dan band SMP-nya merajai festival-festival band antar SMP maupun umum di Banjarmasin dan Kalimantan. Lucunya ikutan festival itu targetnya bukan band-nya pengen menyabet juara tapi cuman the best drummer aja.
Di masa hendy SMP itulah GIGI lahir (tepatnya 22 Maret 1994), dan ternyata Hendy ngefans banget ama GIGI. “Waktu itu koleksi gue yang terlengkap untuk band Indonesia ya cuman GIGI doang, lengkap dari album pertama sampe yang terbaru”, cerita Hendy. “Lebih-lebih gue ngefans berat ama Ronald, sampe-sampe album siapa pun kalo yang ngedrum Ronald pasti gue beli walo gue ga seneng lagunya”, sambung Hendy. Kefanatikannya ama GIGI kebawa juga ke band-nya yang juga bawain lagu-lagu GIGI.

Saat SMA Hendy mulai merasakan dan berpikir bahwa jalur hidupnya adalah main musik. Dari yang hanya main-main waktu kecil hingga SMA dia semakin menyadari kalo gak bakal bisa lepas dari main musik. Dia mulai mereka-reka lulus SMA nanti dia gak akan memilih kuliah di jurusan yang butuh konsentrasi pemikiran yang berat. Dia lebih pengen konsentrasi di musik, kuliah cuman sambil lalu aja. Meskipun dia tahu itu pemikiran yang cukup kontroversial di keluarganya. Sama halnya dengan keluarga / orang tua pada umumnya, yang ideal bagi mereka kuliah adalah nomor satu! Dan satu trauma sudah terbayang di pelupuk mata. Kakaknya yang juga nge-band, pas udah kuliah ‘terpaksa’ harus stop nge-band-nya, karena rambu-rambu “kuliah no.1” sedikit terlanggar.
Hendy harus bener-bener bisa menyiasati agar “kuliah no.1”, “nge-band (juga) no.1” gitu kali ya Hen! Dan itu perlu pembuktian!

Saatnya pun tiba, 1998 Hendy lulus SMA dan memilih kuliah di Jakarta. Wow! Rasanya semakin deket aja ama cita-citanya! Yang pertama, satu keinginannya yang belum pernah kesampean akhirnya bisa juga : Les drum ke Gilang Ramadhan! Nyesuaiin jadwal les ama kesibukan Gilang jadi lebih mudah karena Hendy udah tinggal di Jakarta.
Gimana aktivitas nge-band Hendy setelah kuliah di Jakarta? Karena masih baru di Jakarta jadi ya masih sekitar band kampus aja.
Belakangan Hendy ngebentuk band yang diberi nama “Fresh” (yang kemudian ganti nama “Pawakha”). Udah sempet bikin demo yang rencananya albumnya bakal diproduseri oleh Gilang. Tapi entah karena apa rencana album itu kandas di tengah jalan.
Terancam “Undang-Undang Kuliah No.1”

Tahun kedua di Jakarta, Hendy mendapat tawaran untuk menggatikan posisi drummer band-nya teman Gilang yang main reguler/rutin di sebuah café di Jakarta. Pucuk dicinta ulam tiba! Mulai melebarkan sayap nih! Tawaran itu di oke-in aja sama Hendy dan dia diminta datang ke café tempat band itu manggung rutin.
Pada saat yang telah ditentukan datanglah Hendy ke café tersebut. Dan…..Hendy kaget bukan main, ternyata yang main di band itu diantaranya Donny Suhendra, Mates, Albert Warnerin…musisi-musisi yang udah senior banget bagi Hendy…….
“Ah cuek aja….yang penting dicoba”, kata Hendy dalam hati. Dan lebih parah lagi, setelah pertemuan pertama itu, besoknya langsung Hendy yang harus nge-drum di band pengusung musik blues ‘n jazz yang bernama “Big City Blues” itu, lantaran pemain drumnya memang sudah cabut ke luar negeri.
“Nggak pake latihan, nggak tau lagunya……….langsung main…bayangin aja…apalagi ama senior-senior gitu mainnya”, ungkap Hendy. “Paling main sekali kalo mereka gak cocok juga diganti lagi”, sambungnya.
Ternyata dugaannya meleset. Hendy terus lanjut di “Big City Blues”, meski dengan omelan-omelan dari “Oom-Oom” itu, begitu Hendy mengistilahkan partner mainnya yang memang jauh lebih tua dari Hendy.
Dari kondisi tersebut justru Hendy semakin banyak belajar. Lebih paham komposisi, lebih bisa main dengan ‘rasa’ “Nggak cuman asal heboh aja…”, unhgkap Hendy. “Terlebih lagi band itu nggak pernah pake latihan…langsung main. Justru itu buat gue lebih mengasah imajnasi gue saat bermain musik”, sambungnya lagi. Singkatnya bermain musik di “Big City Blues” sangat bermanfaat bagi Hendy buat menambah pengalaman dan tentu saja ilmu-ilmu non formal yang didapat dari teman-teman seniornya yang ‘rajin’ ngomelin tadi.
Satu hal lagi yang nggak kalah pentingnya. Di “Big City Blues’lah debut Hendy sebagai pemain profesional dalam artian mendapat honor sebagai imbalan mainnya. “Lumayanlah…dari kebiasaan cuman jagain kiriman dari ortu di Banjarmasin…sekarang udah megang duit sendiri”, ungkap Hendy sambil ketawa.
Tapi hal itu bukannya nggak mengandung konsekuensi…. Karena manggungnya hampir tiap hari…kuliahnya mulai goyah. Nah lo! Gimana dengan “undang-undang kuliah No.1”? Alhamdulillah ‘krisis’ itu nggak berlarut-larut. Hendy dengan segala konsekuensinya bisa melewatinya dan membuktikan ke ortunya bahwa memang : “Kuliah No.1”, “Ngeband (juga) No.1”. Tahun 2003 dia diwisuda sebagai sarjana komunikasi.
Kejutan, Kejutan dan Kejutan

Selain manggung rutin di café, “Big City Blues” juga manggung rutin di “Blues Night” salah satu acara TVRI.
Dari kiprah “Big City Blues” di TVRI inilah Jockie Suryoprajogo keyboardist Godbless tertarik dengan permainan drum Hendy. Untuk proyek pergelaran Rock Opera-nya, Jockie pengen Hendy yang nge-drum.
Jockie sendiri yang langsung telepon Hendy. “Halo…Hendy…ini Jockie…”, tiru Hendy. Haaah? Jockie Surjoprjogo yang legend itu? Ini kejutan kedua bagi Hendy sejak di Jakarta setelah diajak gabung “Oom-Oom” di “Big City Blues”.
Dan memang di pergelaran Rock Opera Jockie Surjoprajogo yang di gelar di Plenary Hall JCC 29 Agustus 2002 lalu Hendy-lah yang ‘menduduki’ posisi drummer-nya.
Dari Jockie Hendy banyak belajar tentang filosofi musik….dan tentu saja kembali ber-rock-ria setelah jenis musik itu beberapa masa ditinggalkan semenjak duduk di bangku SMA.

Seakan kejutan estafet…..Hendy mendapat telepon dari manajemen Erwin Gutawa Orchestra yang ngajak dia buat main di pergelaran “Bali for The World” akhir tahun 2002.
Erwin Gutawa??? Orchestra???? Itu cuman khayalan Hendy saat dia nonton pergelaran-pergelaran Erwin dan orchestranya via televisi. “Kapan ya….bisa main sama orchestra gitu…”, kenang Hendy.
Usut punya usut ternyata Erwin nonton pergelaran Rock Opera-nya Jockie…dan terpikat juga dengan permainan drum Hendy.
Maka jadilah Hendy drummer Erwin Gutawa Orchestra di acara “Bali for The World” yang digelar di GWK Bali akhir tahun 2002.
Ngaak cuman itu aja, job Hendy berlanjut di konser-konser besar, maupun studio rekaman yang musiknya digarap Erwin Gutawa, setelah itu Erwin sering ‘memakai’ Hendy sebagai drummernya.

Tahun 2003 Hendy gabung dengan “Telor Ceplok Band” yang akhirnya namanya berubah jadi “Omelette”. Sempat bikin album di bawah bendera POS Entertainment.
Karena perbedaan prinsip dan pertimbangan lain akhirnya Hendy mengundurkan diri dari Omelette.
Saat di Omelette inilah Hendy semakin akrab dengan personel GIGI. Selain GIGI satu manajemen dengan Omelette (POS entertainment), 4 lagu di album Omelette yang perdana adalah lagu karya Thomas dan Budjana (masing-masing 2 lagu).
Hendy sempat juga diajak Budjana untuk latihan-latihan dengan formasi trio : Budjana (gitar), Hendy (drums), Adit (bass).

Suatu saat di tahun 2004 Hendy ditelepon Budjana dan diajak latihan. Pikir Hendy seperti biasanya…..latihat formasi trio. Kaget juga saat Hendy dikasihtahu kalo latihan kali ini adalah latihan dengan GIGI dalam rangka persiapan album Sound Track Brownies.
Dan memang Hendy dipilih GIGI untuk menggantikan posisi Budhy Haryono. Beban yang lumayan berat buat Hendy. Beda dengan saat diajak Donny Suhendra dkk, diajak Jockie juga Erwin Gutawa yang cuman sebagai session player. Karena selain memang Hendy ngefans abis sama GIGI, dia merasa harus memikul tanggung jawab baru yang nggak main-main. Karena GIGI adalah grup band yang sudah mapan dan menggantikan posisi Budhy yang juga termasuk jajaran drummer senior yang disegani di blantika musik Indonesia. Sementara Hendy masih merasa drummer kemaren sore. Sebagai “GIGI” baru dia merasa secara moral memikul tanggung jawab terhadap fans GIGI, publik, dan pengamat musik.
Sampai-sampai sebelum masuk studio rekaman untuk menggarap album Original Sound Track Brownies Hendy merasa perlu untuk latihan individu dulu sebagai persiapannya. Hal yang nggak pernah dia lakukan sebelumnya saat dia akan masuk dapur rekaman sebagai session player.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Dan Hendy sekarang adalah “GIGI” terbaru dan termuda di jajaran tiga “GIGI” lainnya.

Dan Hendy jadi ingat sekitar 10 tahun silam ketika dia masih sekolah di Banjarmasin, saat masih getol-getolnya nge-fans ama GIGI. Dia pernah berujar ke teman-teman band-nya : “Aku ntar yang jadi drummer GIGI”. Hendy sendiri nggak bisa jawab ketika ditanya apa yang menyebabkan dan memotivasi dia berucap seperti itu. Believe it or not!

gigionline.com

Biografi Bassit Donny Fattah


Donny Fattah Gagola adalah musisi, pencipta lagu Indonesia dan salah satu pendiri sekaligus bassis grup musik God Bless dan pernah tercatat sebagai anggota grup musik Gong 2000. Donny sering terlibat dalam penggarapan album beberapa penyanyi yang bernuansa rock seperti Ikang Fawzi, Nicky Astria. Ia lahir di Makassar, 24 September 1949.

Donny terjun ke dunia musik sejak umur belasan tahun dan sempat bergabung dengan Fancy Junior. Donny Fattah, sang pembetot bass God Bless merupakan salah satu pendiri dan pilar utama grup rock, di samping Achmad Albar, Fuad Hassan(alm), Yockie, dan Ludwig Lemans. Karier bernusik dimulai ketika mereka menggebrak pentas rock di Lemans Pub. Waktu itu masih memakai nama Crazy Wheels yang merupakan cikal bakal lahirnya God Bless yang dibentuk pada 5 Mei 1973, ketika mereka menembus panggung Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Cabikan bass gitarnya banyak memberikan sumbangsih terhadap warna musik dan Donny merupakan tipikal pemain bass yang selalu melakukan improvisasi, ketika beratraksi di atas panggung. Ia diajarkan oleh para pemain bass top dunia, seperti Stanley Clarke dan Geedy Lee (Rush), permainannya semakin canggih dan selalu dinobatkan sebagai jawara bass Indonesia. Gaya Donny sempat menjadi trendsetter bagi para pemain lokal, termasuk di Malaysia dan Singapura. Ia memperkenalkan teknik funky thump yang diciptakan oleh pemain bass nomor satu dunia tahun 1978, Stanley Clarke. Teknik itu sempat menjadi tren baik di Indonesia maupun di beberapa negara di ASEAN.

Lima album plus dua single hit telah ia lahirkan bersama God Bless. Hal itu merupakan bukti kuat bahwa Donny tidak pernah absen dalam proyek album-album God Bless. Bagi para fans grup ini dan pecinta musik rock nusantara tentu sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu karya Donny seperti Semut Hitam, She Passed Away, Musisi, Anak Adam atau Setan Tertawa.

Di tengah kepadatan jadwal show God Bless selama kurun waktu 1974-1976, Donny secara mengejutkan membuat proyek D&R yang berarti Donny dan Rudy Gagola. Album perdana D&R bertajuk Bawaku Serta dirilis tahun 1975 di bawah label Pramaqua. Album itu meledak dan menghasilkan beberapa hit antara lain Mimpi dan Datanglah Trang. Album ini banyak menggandeng penyanyi-penyanyi top seperti Achmad Albar, Ida Noor, dan Djatu Parmawati. Sementara untuk musisi pendukung dibantu oleh Jockie Surjoprajogo, Keenan Nasution, Aries, Tommy, dan Leo. Untuk lirik banyak dibantu oleh Theodore K.S.

Proyek D&R berlanjut ketika merilis album kedua Episode (1978) produksi Jakson Records & Tapes. Album ini berbeda dengan album pertama baik dari segi lirik dan musik. Liriknya lebih banyak berisikan kritik sosial dan banyak memasukkan bunyi-bunyi sound effect yang disesuaikan dengan judul setiap lagu.

Pada saat God Bless mengalami kevakuman, Donny diajak Setiawan Djody untuk memperkuat formasi Kantata tahun 1990 yang menghasilkan album pertama berjudul Kantata Takwa. Proyek Grup Kantata ini berlanjut dengan menghasilkan album Kantata Samsara, Kantata Takwa Samsara, dan album Live di tahun 1999 yang berbuntut kerusuhan. Selain itu, Donny juga diajak Ian Antono untuk memperkuat formasi Gong 2000 tahun 1990 dan menghasilkan tiga album rekaman dan dua album konser yaitu Bara Timur, Laskar, dan Prahara. Sedangkan dua album konser yaitu Live in Jakarta 1992 dan 1 jam bersama Gong 2000.

Beda dengan posisinya di Kantata yang tidak ada lagu hasil karyanya, dalam formasi Gong 2000 donny Donny aktif menulis lagu antara lain Basa-Basi, Mulut-Mulut atau Penantian.

Tahun 2002, Donny kembali berkumpul untuk kembali mengaktifkan God Bless. Donny, Ian, dan Albar akhirnya sepakat untuk mengaktifkan lewat formasi baru. Waktu itu, mereka mengajak Abadi Soesman yang sempat bergabung di era 1979-1981, serta dua wajah baru yang masih muda yaitu Iwang Noorsaid dan Inang Noorsaid. Kemunculan formasi baru ini sangat menyita perhatian publik, apalagi ketika mereka melakukan serangkaian tur dari cafe ke cafe yang dipadati oleh para maniak God Bless dan para pecinta musik cadas.

sumber:http://th1979.wordpress.com/2011/03/26/biografi-donny-fattah/

KOLEKSI BASS dan GUITAR BILLY SHEEHAN

Fender P-Bass "The Wife" Yamaha Attitude Ltd. II Yamaha Attitude Ltd. II "Sister" Yamaha Custom Shop Ltd. 8 String

Fender Subsonic Baritone Strat
Yamaha Custom Shop Dropped 6 Baritone Yamaha Custom Shop Bajo Sexto Fender Subsonic Baritone Strat DiMarzio Bass

Yamaha Attitude Ltd. II Fretless Yamaha Attitude Ultra Bass Yamaha Custom Shop Attitude Double Neck Yamaha Attitude Ltd

Ernie Ball Silhouette Baritone 6 string Kramer Voyager 6 String Electric Renaissance Baritone 6 String by Rick Turner Robin Octave

Yamaha Attitude Ltd. II 10th Anniversary Edition Yamaha Custom BB3000 Yamaha Acoustic 12 String Custom Custom Bass w/ Kahler Tremelo

Epiphone Rivoli EB232 Hofner 500/5 Hagstrom FB Bass Yamaha Prototype Semi Acoustic Bass

Taylor AB3 Taylor 855 Guild F412 Alvarez Yairi JY10

Alvarez Yairi YB1 Danelectro
Hodad

Baritone
Fender Telecaster Yamaha TRB6P

Alvarez Artist Acoustic Bass 4070BK Yamaha APX-B12F Ibanez UV777-PBK Veillette Baritone 12 String


Yamaha GC30 Yamaha Guitalele GL-1 Yamaha APX9-12


Sumber:http://www.billysheehan.com

10 Gitaris Terbaik Dunia

1. Steve Vai

Mungkin semua sudah tahu kalau steve vai adalah satu satunya gitaris yang memiliki tehnik lengkap dan permainan soundnya juga luar biasa, jadi sangat pantas bagi varius kalau posisi no 1 diduduki oleh sang master seperti Steve vai

2.Joe Satriani

Alasan Varius Memilih bang Joe sebagai runner up karena bisa dibilang dari segi penjualan album dan penerima penghargaan sebagai album rock instrumentalis ini sudah diraih oleh beliau dan lagi beliau ini juga sangat kreatif dalam pemilihan nada.

3.Paul Gilbert

Siapa Yang ga kenal sih ma gitaris jangkung ini yang merupakan mantan gitaris dari band MR.BIG, varius milih dia mungkin karena alasan pickingnya dan speednya yang luar biasa cepat(pake bor ma pake tangan masa hampir sama sih?? luar biasa berarti kecepatan tangan kanannya) dan juga kualitas vokalnya juga bagus

4. John petrucci

Dia ini adalah Gitaris dari band dream theater, pasti smua juga setuju kan kalau dia ini masuk dalam jajaran top 10 best gitaris?? namun ada 1 hal yangvarius kurang suka dari orang ini, yaitu showmanshipnya yang biasa aja, bahkan kelihatannya dia selalu melihat ke neck gitar saat melakukan solo. tapi walau bagaimanapun petrucci adalah salah satu gitaris dengan tehnik lengkap juga.

5. Yngwie Malmsteen

Bagaimana dengan pilihan varius untuk posisi ini?? apa semua setuju?? banyak sih dari kalangan rocker yang kurang begitu suka dengan yngwie, entah apa alasannya. hehehe namun dia tetap saja layak masuk hitungan karena pickingnya yang akurat dan cepat, namun kekurangannya mungkin dia monoton dalam pemilihan lick, bagaimana menurut pembaca??

6 Alm.Jimi Hendrix

]

Walau beliau udah meninggalkan dunia ini lebih dari 30tahun namun namanya tetap bergaung di kalangan gitaris, tidak bisa dipungkiri kalau dia adalah salah satu gitaris yang paling jenius pada abad ini, sayang sekali usianya begitu pendek..

7. I Wayan Balawan

Untuk Posisi Ini varius masukin 1 gitaris dari negeri kita sendiri, putra bali ini diakui oleh dunia loh sebagai gitaris handal karena tehnik permainan double handed tappingnya, pernah liat belum beliau ini memainkan dua gitar bersamaan dengan hanya menggunakan tapping?? dan dia juga kreatif dalam memadukan musiknya dengan musik daerah bali yang digabung dengan Jazz, sebenarnya ada banyak juga gitaris yang ahli menggunakan tehnik ini misalnya stanley jordan,jeniffer batten dan bahkan ada satu orang gitaris jepang yang saya lupa siapa namanya ya??

8.Vitto Brata

Masih Ingat dengan gitaris White lion ini?? varius milih dia dengan alasan karena dia ini salah satu gitaris yang paling pandai memilih nada nada harmonis dan dignakan dengan taping, contohnya silahkan dengarkan lagu whitelion yang berjudul Wait, disitu bisa kita dengar melodi gitarnya yang sangat melodius dan dimainkan dengan tehnik tapping yang hebat. sebenarnya sih soal tapping ada jugaEddie Van Halen, namun varius memlilih vito brata.

9.Jason Becker

Varius Milih Gitaris ini karena kejeniusannya, bagi yang belum tahu gitaris ini mengalami suatu penyakit yang membuat seluruh syarafnya mati dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya, hanya matanya yang masih bisa melirik sekarang ini. dan dalam keadaan seperti itu, dia masih dapat membuat komposisi lagu dengan menggunakan mouse sensor mata pada komputernya (hebat yaah) sayang sekali dia mengalami nasib seperti itu, padahal dia masih muda dan sangat berbakat loh.. dulu dia pernah berduet dengan marty friedman gitaris megadeth untuk membuat band cacophony yang beraliran neo classic metal..

10.Luca Turilli

Pernah Dengar nama ini?? dia adalah gitaris dari band Rhapsody of fire (dulu Rhapsody namanya) gitaris berkebangsaan italia ini layak dipilih karena kejeniusannya membuat komposisi dan aransemen orkestra yang digabungkan dengan aliran musik rhapsody yang beraliran metal, selain itu tehnik rhytm gun machinenya sangat konstan dan cepat.