Showing posts with label fenomenal. Show all posts
Showing posts with label fenomenal. Show all posts

Wednesday, June 15, 2011

Gerhana Matahari Total

Apabila dulu Anda jatuh tertidur saat guru IPA Anda menerangkan peristiwa gerhana, kejadiannya seperti begini: Bulan berputar mengelilingi Bumi, sementara Bumi berputar mengelilingi Matahari dengan membawa Bulan. Pada pergerakan ini, ada saat-saat ketika Bulan berada dalam satu garis lurus di antara Bumi dan Matahari dan menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bumi. Peristiwa ini disebut Gerhana Matahari. Apabila Bulan persis berada di sisi gelap Bumi, ia dapat jatuh ke bayangan Bumi dan menghasilkan apa yang disebut Gerhana Bulan. Namun artikel ini akan membicarakan Gerhana Matahari.
Posisi Bulan relatif terhadap Bumi dan Matahari saat terjadinya Gerhana Matahari (Wikipedia).
Jarak Bumi menuju Matahari kurang lebih 400 kali jarak Bumi-Bulan, ukuran Matahari relatif terhadap Bulan juga memiliki perbandingan yang kurang lebih sama. Garis tengah Matahari kurang lebih 400 kali garis tengah Bulan. Dengan demikian, apabila dilihat dari Bumi, ukuran kedua benda langit tersebut berukuran hampir sama sehingga piringan Matahari dapat benar-benar tertutup oleh Bulan dan langit menjadi benar-benar gelap. Peristiwa ini disebut Gerhana Matahari Total. Pada gambar di atas, kita dapat melihat bahwa daerah di Bumi yang mengalami Gerhana Matahari Total adalah daerah bayangan Bulan yang disebut Umbra.

Apabila kita menonton bioskop dan orang yang duduk persis di depan kita menghalangi pandangan kita ke layar, dengan sedikit menggeser kepala kita ke kiri, kanan, atau sedikit mendongak ke atas maka kita dapat melihat layar tanpa terhalang kepala penonton di depan. Hal yang sama juga berlaku dengan gerhana matahari. Karena jarak Bumi-Bulan jauh lebih kecil daripada jarak Bumi-Matahari, maka pada prinsipnya kita dapat sedikit “mengintip” Matahari yang terhalangi Bulan dengan cara menggeser sedikit posisi kita. Pada gambar di atas, daerah yang ditandai dengan Penumbra adalah di mana kita dapat melihat sedikit porsi Matahari yang terhalangi Bulan. Daerah ini melihat apa yang dinamakan Gerhana Matahari Sebagian. Perbedaan penampakan antara Gerhana Matahari Sebagian dengan Gerhana Matahari Total dapat dilihat

pada gambar di bawah ini

Mengambarkan urutan uruta terjadinya peristiwa gerhana matahari



Urutan urutan terjadinya peristiwa gerhana matahari total


Karena bulan bergerak mengitari bumi, maka bayangan bulan bergerak menyapu daerah yang disebut jalur totalitas

Menurut perhitungan, kira-kira setiap tahun dapat terjadi 1 atau 2 kali Gerhana Matahari Total, namun tidak semua bagian Bumi yang mengalami siang hari dapat melihat Gerhana Matahari.


Saat gerhana, kita lihat bahwa daerah penumbra yang mengalami gerhana sebagian mencakup kurang lebih setengah bagian permukaan Bumi yang mengalami siang hari, sementara daerah umbra bahkan lebih kecil lagi! Selagi Bulan menutupi Matahari, ia juga bergerak mengelilingi Bumi. Oleh karena itu lokasi jatuhnya umbra terus berpindah membentuk suatu jalur di permukaan Bumi yang disebut jalur totalitas. Jalur ini sempit sekali dan hanya mencakup kurang dari 1% luas permukaan Bumi. Untuk dapat melihat Gerhana Matahari Total kita harus berada di dalam jalur totalitas ini. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja warga Bumi yang memperoleh anugerah untuk dapat melihat Gerhana Matahari Total.

Mulainya gerhana matahari ditandai dengan kontak pertama, yaitu saat piringan Bulan pertama kali memasuki piringan Matahari (gambar paling kiri pada foto urut-urutan Gerhana Matahari), dan diakhiri dengan saat kontak terakhir yaitu saat piringan Bulan terakhir kali meninggalkan piringan Matahari (gambar paling kanan pada foto yang sama). Perjalanan Bulan menutupi Matahari ini berlangsung kira-kira 2 jam, namun saat paling dramatis adalah momen yang disebut totalitas, yaitu saat ketika Matahari benar-benar tertutup oleh Bulan dan langit yang awalnya siang menjadi gelap namun tidak segelap malam. Momen totalitas ini berlangsung sangat singkat yaitu hanya beberapa menit saja, namun merupakan salah satu momen paling menakjubkan yang dapat dilihat seorang anak manusia.

Usaha masyarakat kuno untuk menjelaskan peristiwa gerhana matahari tergambar dalam mitologi mereka. Masyarakat Cina kuno menggambarkan peristiwa ini sebagai naga langit yang hendak memakan matahari. Oleh karena itu, pada masa lalu masyarakat menabuh gong dan benda-benda keras lainnya untuk menakut-nakuti naga tersebut dan berhenti memakan Matahari. Tentu saja aksi ini selalu sukses dan naga tersebut melarikan diri dan matahari kembali bersinar. Bahkan di abad 19, angkatan laut Cina menembakkan meriam ke udara untuk mengusir naga tersebut.
Karena saya tidak pernah melihat Gerhana Matahari Total, untuk dapat menggambarkan perasaan saat melihat Gerhana Total, saya mengutip beberapa paragraf dari buku Totality: Eclipses of the Sun (Mark Littmann, Ken Willcox and Fred Espenak). Fred Espenak adalah astronom yang bekerja di Goddard Space Flight Center milik NASA dan terkenal melalui perhitungannya dalam memprediksi gerhana. Ia juga aktif memburu gerhana dan dikenal sebagai “Mr. Eclipse.”

Gerhana di atas Zambia, Afrika, 21 Juni 2001. Foto oleh Fred Espenak (www.MrEclipse.com).Kontak pertama. Sedikit cuilan muncul di bagian barat Matahari. Mata kita tidak mendeteksi adanya perubahan sinar matahari. Tiada apapun selain cuil tersebut yang menjadi pratanda tentang sesuatu yang luar biasa. Namun ketika cuilan kecil tersebut berkembang menjadi cungkilan besar di muka Matahari, antisipasi semakin menggelora. Hari ini bukanlah hari yang biasa.
gerhan matahari

Kontak pertama. Sedikit cuilan muncul di bagian barat Matahari. Mata kita tidak mendeteksi adanya perubahan sinar matahari. Tiada apapun selain cuil tersebut yang menjadi pratanda tentang sesuatu yang luar biasa. Namun ketika cuilan kecil tersebut berkembang menjadi cungkilan besar di muka Matahari, antisipasi semakin menggelora. Hari ini bukanlah hari yang biasa.

Namun segalanya berjalan lambat sekitar setengah jam pertama, hingga saat ketika matahari tertutup lebih dari setengahnya. Kini, awalnya perlahan, namun kemudian semakin cepat, hal-hal luar biasa mulai terjadi. Langit masih gelap, namun warna birunya semakin pudar. Di tanah sekitar sekitar kita, cahaya semakin meredup.


Seiring berjalannya menit, lajunya semakin cepat. Seperempat jam menuju totalitas, langit bagian barat menjadi lebih gelap daripada bagian timur. Bayangan bulan semakin mendekat. Meskipun Anda tidak pernah melihat Gerhana Matahari Total sebelumnya, Anda tahu bahwa sesuatu yang luar biasa akan terjadi, sedang terjadi saat ini–dan ini adalah sesuatu yang di luar pengalaman manusia normal.

Kurang dari lima belas menit menuju totalitas. Matahari menjadi sabit yang semakin mengecil, masih bersinar terang, namun birunya langit berubah menjadi biru keabuan atau nila. Gelapnya langit semakin melingkupi Matahari. Matahari tidak lagi menyinari langit.


Lima menit menuju totalitas. Kegelapan di daerah barat semakin terlihat dan semakin kuat, suatu kegelapan tak berwujud bergerak naik dan menyebar sepanjang horizon barat. Pembangunannya bagaikan gerakan badai, namun dalam keheningan tanpa adanya gemuruh guntur. Kini kegelapan mulai mengapung di atas horizon, menyingkapkan senja kuning atau oranye di bawahnya. Anda sudah melihat menembus bayangan sempit Bulan dan melihat sinar matahari di luar bayangan tersebut.


Percepatan peristiwa semakin meningkat. Matahari yang berbentuk sabit kini bersinar putih keperakan, bagaikan api sinar las. Gelapnya langit semakin mendekati Matahari, semakin cepat, dan mengepungnya.


Menit-menit berubah menjadi detik. Sinar Matahari memecah menjadi titik-titik individu sinar putih yang menyilaukan–Ini adalah Bulir-bulir Baily yaitu berkas-berkas sinar Matahari yang bersinar melalui lembah-lembah Bulan yang terdalam. Di arah yang berlawanan dari sabit Matahari, sebuah siluet bundar terlihat. Ini adalah tepi piringan Bulan, dibingkai oleh cahaya yang menciptakan halo di sekitar Matahari yang semakin gelap. Korona Matahari–bagian paling menyentak dan tak terduga dari sebuah gerhana total–mulai nampak.


Hampir seketika, sabit Matahari yang teramat tipis memecah menjadi rangkaian bulir-bulir dan lengkung-lengkung pendek yang bersinar dan menghilang cepat secara bergantian. Dan kini, hanya ada satu bulir, bersinar seperti berlian dalam cincin.
Namun sinar terangnya dengan cepat menghilang bagaikan dijatuhkan ke dalam jurang.
Totalitas!

Di tempat di mana Matahari berada kini terdapat sebuah piringan hitam di langit, dikitari oleh sinar putih dari korona, terangnya kurang lebih sama dengan terangnya sinar Bulan purnama.



Anda sedang berdiri di bawah bayang-bayang Bulan.


Bila melihat pemandangan sekitar menuju horizon di segala arah, Anda dapat melihat ke luar daerah bayang-bayang Bulan ke daerah yang tidak mengalami Gerhana total, nampak senjakala berwarna oranye dan kuning. Dari cahaya yang nampak di balik kegelapan yang mengungkungi Anda muncul suatu perasaan bahwa waktu adalah sesuatu terbatas.


Cakrawala kemudian memberi tanda bahwa totalitas mendekati akhir. Cakrawala barat semakin terang sementara kegelapan di timur semakin dalam dan menurun ke arah cakrawala.


Tiba-tiba totalitas berakhir! Bulir terang Matahari muncul. Permata surgawi ini dengan cepat bertumbuh menjadi rangkaian permata yang bergabung membentuk sabit Matahari yang kembali muncul. Bayangan gelap Bulan diam-diam bergerak meninggalkan Anda dan memburu ke arah Timur.


Pada titik ini serta-merta Anda bertanya, “Yang berikutnya kapan?”


Daerah-daerah yang akan mengalami gerhana sebagian dan gerhana total. Gerhana total tahun ini sebagian besar hanya akan terlihat di daerah-daerah yang tidak berpenghuni (Fred Espenak, eclipse.gsfc.nasa.gov).


Gerhana Matahari pada tahun ini akan terjadi para hari Jumat, 1 Agustus 2008. Sebagaimana sering terjadi, gerhana kali ini berwatak antisosial karena sebagian besar dari jalur totalitasnya menyapu daerah-daerah yang jarang dihuni manusia (lihat gambar di samping), dan berada di daerah sekitar Kutub Utara dan Siberia yang sebagian besar tertutup awan. Hanya pada saat jalur totalitas tersebut bergerak ke arah selatan, menuju Mongolia dan Cina, harapan untuk melihat gerhana tersebut di bawah cuaca cerah semakin meningkat.


Jalur totalitas akan dimulai dari daerah Nunavut di Kanada bagian utara dan akan melewati Grise Fiord (populasi: 150), salah satu kota paling utara di Kanada. Bayangan bulan kemudian akan menyeberangi Tanah Hijau menuju Rusia, melewati Pulau Svalbard, Tanah Franz Josef, dan Pulau Novaya Zemlya. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 10:21:07 Waktu Greenwich. Ini adalah saat ketika sumbu dari umbra Bulan melewati titik paling dekat ke pusat Bumi dan ini adalah saat ketika durasi gerhana mencapai waktu paling lama. Puncak gerhana akan terjadi di dekat kota Nadym, berlangsung selama 2 menit 27 detik.


Jalur umbra dan penumbra gerhana matahari tanggal 1 Agustus 2008 (Fred Espenak dan Jay Anderson, eclipse.gsfc.nasa.gov). Klik pada peta untuk memperbesar.


Umbra bulan akan terus bergerak di atas Siberia utara–suatu daerah kosong dan tidak ada kota besar, sebelum akhirnya mencapai Novosibirsk yang merupakan kota ketiga terbesar di Rusia (populasi: 1.4 juta). Durasi totalitas gerhana di atas kota tersebut adalah 2 menit 18 detik.


Selanjutnya umbra bulan akan bergerak ke arah perbatasan Russia-Kazakhstan-Mongolia-Cina, bergerak di atas Pegunungan Altai, dan berakhir di kota Xi’an di mana pasukan tanah liat yang menjadi penanda kuburan Kaisar Qin Shi Huang menjadi batas paling selatan dari jalur totalitas. Naga pemakan Matahari telah kembali ke Cina!

Penduduk yang tinggal di Indonesia, sayangnya, tidak dapat melihat gerhana total maupun sebagian kali ini, karena gerhana dimulai justru pada saat matahari sudah terbenam di Indonesia. Namun, warga Indonesia yang berada di negara lain dapat melihat peta di samping untuk melihat apakah lokasinya dilewati gerhana sebagian atau tidak. Persentasi gerhana yang dapat dilihat ditandai oleh garis-garis hijau, semakin jauh dari jalur totalitas berarti semakin kecil porsi gerhananya. Pembaca yang tertarik untuk mengamati gerhana diminta untuk memperhatikan keamanan dan kesehatan mata pada saat pengamatan. Pada saat totalitas, kita boleh melihatnya dengan mata telanjang, namun sangat tidak disarankan untuk mengamati dengan mata telanjang proses terjadinya gerhana!

Di tempat di mana Matahari berada kini terdapat sebuah piringan hitam di langit, dikitari oleh sinar putih dari korona, terangnya kurang lebih sama dengan terangnya sinar Bulan purnama.


Anda sedang berdiri di bawah bayang-bayang Bulan.


Bila melihat pemandangan sekitar menuju horizon di segala arah, Anda dapat melihat ke luar daerah bayang-bayang Bulan ke daerah yang tidak mengalami Gerhana total, nampak senjakala berwarna oranye dan kuning. Dari cahaya yang nampak di balik kegelapan yang mengungkungi Anda muncul suatu perasaan bahwa waktu adalah sesuatu terbatas.


Cakrawala kemudian memberi tanda bahwa totalitas mendekati akhir. Cakrawala barat semakin terang sementara kegelapan di timur semakin dalam dan menurun ke arah cakrawala.


Tiba-tiba totalitas berakhir! Bulir terang Matahari muncul. Permata surgawi ini dengan cepat bertumbuh menjadi rangkaian permata yang bergabung membentuk sabit Matahari yang kembali muncul. Bayangan gelap Bulan diam-diam bergerak meninggalkan Anda dan memburu ke arah Timur.


Pada titik ini serta-merta Anda bertanya, “Yang berikutnya kapan?”
Daerah-daerah yang akan mengalami gerhana sebagian dan gerhana total. Gerhana total tahun ini sebagian besar hanya akan terlihat di daerah-daerah yang tidak berpenghuni (Fred Espenak, eclipse.gsfc.nasa.gov).

Gerhana Matahari pada tahun ini akan terjadi para hari Jumat, 1 Agustus 2008. Sebagaimana sering terjadi, gerhana kali ini berwatak antisosial karena sebagian besar dari jalur totalitasnya menyapu daerah-daerah yang jarang dihuni manusia (lihat gambar di samping), dan berada di daerah sekitar Kutub Utara dan Siberia yang sebagian besar tertutup awan. Hanya pada saat jalur totalitas tersebut bergerak ke arah selatan, menuju Mongolia dan Cina, harapan untuk melihat gerhana tersebut di bawah cuaca cerah semakin meningkat.


Jalur totalitas akan dimulai dari daerah Nunavut di Kanada bagian utara dan akan melewati Grise Fiord (populasi: 150), salah satu kota paling utara di Kanada. Bayangan bulan kemudian akan menyeberangi Tanah Hijau menuju Rusia, melewati Pulau Svalbard, Tanah Franz Josef, dan Pulau Novaya Zemlya. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 10:21:07 Waktu Greenwich. Ini adalah saat ketika sumbu dari umbra Bulan melewati titik paling dekat ke pusat Bumi dan ini adalah saat ketika durasi gerhana mencapai waktu paling lama. Puncak gerhana akan terjadi di dekat kota Nadym, berlangsung selama 2 menit 27 detik.

Jalur umbra dan penumbra gerhana matahari tanggal 1 Agustus 2008 (Fred Espenak dan Jay Anderson, eclipse.gsfc.nasa.gov). Klik pada peta untuk memperbesar.

Umbra bulan akan terus bergerak di atas Siberia utara–suatu daerah kosong dan tidak ada kota besar, sebelum akhirnya mencapai Novosibirsk yang merupakan kota ketiga terbesar di Rusia (populasi: 1.4 juta). Durasi totalitas gerhana di atas kota tersebut adalah 2 menit 18 detik.

Selanjutnya umbra bulan akan bergerak ke arah perbatasan Russia-Kazakhstan-Mongolia-Cina, bergerak di atas Pegunungan Altai, dan berakhir di kota Xi’an di mana pasukan tanah liat yang menjadi penanda kuburan Kaisar Qin Shi Huang menjadi batas paling selatan dari jalur totalitas. Naga pemakan Matahari telah kembali ke Cina!

Penduduk yang tinggal di Indonesia, sayangnya, tidak dapat melihat gerhana total maupun sebagian kali ini, karena gerhana dimulai justru pada saat matahari sudah terbenam di Indonesia. Namun, warga Indonesia yang berada di negara lain dapat melihat peta di samping untuk melihat apakah lokasinya dilewati gerhana sebagian atau tidak. Persentasi gerhana yang dapat dilihat ditandai oleh garis-garis hijau, semakin jauh dari jalur totalitas berarti semakin kecil porsi gerhananya. Pembaca yang tertarik untuk mengamati gerhana diminta untuk memperhatikan keamanan dan kesehatan mata pada saat pengamatan. Pada saat totalitas, kita boleh melihatnya dengan mata telanjang, namun sangat tidak disarankan untuk mengamati dengan mata telanjang proses terjadinya gerhana!

sumber:http://angeluchul.blogspot.com/2011/03/gerhana-matahari-total.html

Sunday, April 10, 2011

Hewan Paling Fenomenal di Dunia

Mike, the Headless Chicken: (Hidup 18 bulan tanpa kepala)
Mike ( April 1945– Maret 1947) si ayam tanpa kepala adalah Wyandotte rooster yg dapat hidup selama 18 bulan setelah kepala nya dipotong.Setelah banyak orang yg mengiranya sebagai HOAX belaka, ayam itu dibawa oleh pemiliknya ke University of Utah di Salt Lake City untuk menetapkan keaslian nya.

Pada hari Senin 10 September 1945, petani Lloyd Olsen asal Fruita, Colorado, hendak mempersiapkan makan malam dan diperintahkan oleh isteri nya mencari seekor ayam. Saat itulah Olsen memenggal leher ayam tua berumur 5 setengah bulan bernama Mike. Kampak yg digunakan Olsen luput dr pembuluh darah leher, sehingga kebanyakan dari pembuluh otak tetap utuh. Mike sempat masuk dalam puluhan surat kabar dan majalah, termasuk Time dan Life Magazines. Olsen mendapat kritik dari beberapa pihak karena memelihara ayam tanpa kepala hidup-hidup. Di Maret 1947, pada suatu motel di Phoenix, Mike tiba2 seperti tercekik dan mati di pertengahan malam itu.



Alex, the parrot: (Burung Terpintar Di Dunia)
Alex adalah burung beo berwarna abu-abu yg menjadi subjek eksperimen oleh pengamat psikologi hewan Irene Pepperberg. Pepperberg membeli Alex di suatu petshop ketika alex berumur 1 tahun. Nama Alex sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Avian Learning EXperiment.

Sebelum Pepperberg bekerja dengan Alex, dunia meyakini bahwa burung bukan lah makhluk yg cerdas. Tetapi Alex berhasil menunjukkan pada dunia bahwa burung dapat memahami komunikasi dengan manusia dan memahami pesan dasar nya.Pepperberg menyatakan bahwa tingkat kepintaran Alex setingkat dengan lumba-lumba ataupun kera. Dia juga menyatakan bahwa Alex memiliki kepintaran yg setara dengan manusia berumur 5 tahun walaupun belum bisa mencapai potensi maksimal nya karena dia mati dalam umur yg masih muda. Dia bisa menghitung, membedakan warna, dan menunjukkan ekspresi2 frustasi layak nya orang.

Kematian Alex menjadi kejutan, karena lama hidup rata2 dari burung beo afrika adalah 50 tahun. Dia keliatan sehat sehari sebelum dia mati, dan tiba2 ditemukan sudah tak bernyawa pagi harinya. Berdasarkan pada pernyataan Alex Foundation pada pers, 'Alex dalam kondisi kesehatan yg baik tanpa kelainan fisik apa pun selama 2 minggu terakhir sebelum kematiannya. Kematian menjadi misterius karena setelah dilakukan otopsi tetap tak diketahui penyebab kematian burung tersebut. Lab tersebut lalu menguji 2 burung lain, tetapi kemampuan mereka tak ada yg mendekati Alex bahkan sampai skrg.



Owen & Mzee : Keunikan Ikatan Persahabatan Dua Spesies
Sehari setelah tragedi tsunami dahsyat Samudera Hindia yang menghantam Asia dan Afrika, puluhan penduduk desa tepi Pantai Malindi di Kenya melakukan tugas penyelamatan bersama aparat setempat. Saat itulah Owen Saubion melihat pemandangan ganjil di kawasan tepi pantai itu. Ia melihat bayi kudanil (masih berusia 1 tahun) itu meringkuk lemas di batu karang. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sabaki River.

Setelah dirawat, kudanil itu pun akhirnya dibawa ke Haller Park dekat Mombasa, sebuah taman suaka margasatwa milik Lafarge Eco Systems’ East African firm, pada 27 Desember 2006. Di suaka margasatwa Haller Park inilah kisah persahabatan unik itu dimulai.Bayi kudanil itu kemudian diberinama Owen, sesuai nama penyelamatnya.

Petugas suaka menempatkannya di sebuah area untuk hewan-hewan kecil. Langkah ini dilakukan karena Owen masih tergolong bayi. Sementara jika di tempatkan di lokasi untuk kawanan kudanil, petugas perawat hewan khawatir ia akan diserangan kawanan kudanil lain yang tak mengenalnya. Karena kudanil sangat agresif dan “fanatik” pada kawanannya, bila ada kudanil asing mereka bisa saja membunuhnya.

Ketika Owen dilepas, ia masih bingung. Mungkin karena harus menempati lingkungan baru. Namun setelah ia merasa sedikit nyaman, Owen langsung menatap dan tertarik pada seekor kura-kura bernama Mzee.

Mzee, adalah spesies kura-kura Aldabran usia 130 tahun seberat 700 pound (320 kg). Mzee yang dalam bahasa Swahili (Afrika) berarti “wise old man” (si tua bijaksana), merupakan penghuni lama area yang dilengkapi dengan kolam asri dan hutan buatan itu.

Awalnya, Owen langsung beranjak mendekati Mzee. Namun Mzee sama sekali tak peduli padanya. Hari demi hari Owen selalu mengikuti Mzee ke mana pun ia pergi. Agaknya Owen berupaya mengambil hati Mzee. Seiring waktu dan kegigihan Owen mendekatinya, Mzee akhirnya menerima kehadiran kudanil muda itu.

Berminggu-minggu kemudian keduanya sudah tampak begitu akrab. Mzee layaknya dianggap sebagai induk oleh Owen, sementara Mzee merasa sebagai orangtua asuh bagi Owen. Bukan hanya dalam kiasan, pada kenyataannya Mzee selalu menjaga Owen dengan kelembutan. Owen juga selalu mematuhi dan senang bermain dengan Mzee.

Ikatan persahabatan mereka mengental bagai sebuah keluarga. Para perawat hewan di Haller Park bingung dengan tingkah dua hewan beda spesies ini. Mereka bagaikan induk dan anak dari satu spesies yang sama.

Apa yang disantap Mzee juga disantap Owen, di mana Owen tidur di situ pasti ada Mazee. Mereka selalu bermain air di kolam bersama, makan bersama, tidur bersama dan berjalan-jalan keliling area taman bersam-sama pula.

Setahun berlalu, namun kedua hewan beda spesies itu semakin lengket. Keduanya sudah tak terpisahkan lagi. Fenomena ini sungguh mengejutkan sejumlah besar ilmuwan. Bukannya saja karena peristiwa seperti ini belum pernah terjadi, tetapi di antara mereka juga sudah mengembangkan “bahasa” mereka sendiri sebagai sistem komunikasi di antara keduanya. Bahasa komunikasi lewat suara yang sama sekali belum pernah ditemukan dalam kelompok kudanil atau pun kura-kura Adabran.

Suara dalam nada tertentu dari Mzee akan direspons oleh Owen secara tepat. Begitu pula sebaliknya, suara dalam nada tertentu dari Owen direspons Mzee pula secara tepat. Selain itu, keduanya juga mengembangkan bahasa tubuh yang hanya mereka berdua pahami, seperti gigitan lembut, sentuhan, dorongan dan belaian yang masing-masing direspons sebagai suatu kode untuk melakukan sesuatu atau ungkapan kasih sayang di antara keduanya.

Keunikan persahabatan Owen dan Mzee pun menjadi fenomena mendunia. Tingkah laku dan komunikasi unik yang sama sekali baru dalam dunia zoologi (ilmu tentang hewan) itu membuat mereka menjadi selebriti dunia. Sejumlah besar foto, film, dokumentasi, bahkan buku dan artikel mengulas soal teka-teki besar persahabatan mereka.

Owen dan Mzee pun menjadi lambang cinta dan persahabatan yang tidak mengenal batasan fisik, ras, spesies dan teritori.

7.Anjing Bunuh Diri Setelah Dipukul Majikan
BEIJING--Satu anjing 'mastiff' Tibet di Hangzhou, ibukota Provinsi Zhejiang, menggigit lidahnya sendiri dan menemui ajal setelah dipukuli oleh majikannya.

Sang pemilik, yang bernama keluarga Pan, memukuli anjing tersebut karena berkelahi dengan anjing lain, dengan tujuan memberi anjing itu pelajaran.

'Saya merasa sangat menyesal,' kata Pan setelah kejadian itu. 'Teman saya yang telah memelihara anjing mastiff Tibet selama 20 tahun memberitahu saya bahwa hewan tersebut adalah rajanya semua anjing dan memiliki rasa kebanggaan diri yang sangat kuat.'

"Jika anda memukuli anjing mastiff di hadapan anjing lain, hewan itu merasa malu dan akan bunuh diri untuk mempertahankan martabatnya," katanya.Kasian banget hewan jg punya harga diri.

8.Tama,Kucing Kepala Stasiun
Seekor kucing bisa mendatangkan pemasukan sampai 1,1 miliar yen atau sekitar Rp 99,18 miliar per tahun bagi sebuah kota kecil di Jepang. Tama adalah seekor kucing tortoiseshell yang lahir dan hidup di stasiun kereta api Kishi yang tanpa kepala stasiun di Kinokawa, Provinsi Kishigawa, Jepang barat.

Karena itu, Tama menjadi kepala stasiun lengkap dengan seragam perusahaan kereta api Wakayama. Kucing ini tampil di stasiun saat kereta api lewat, berjalan seperti layaknya kepala stasiun kereta api. Aksi Tama ini mengundang ribuan turis datang ke sana.

Menurut Katsuhiro Miyamoto, profesor pada Sekolah Akuntansi Universitas Kansai, yang meneliti dampak berganda dari kehadiran Tama sebagai kepala stasiun, menyebutkan ada dana sebesar 1,1 miliar yen pada tahun 2007 yang mengalir ke Kinokawa. Selain mereka yang datang, suvenir buku bergambar Tama dan berbagai barang lain bergambar kucing kepala stasiun ini juga laku.

Tama juga disorot oleh stasiun televisi dan publisitas lainnya. Atas semua perannya ini, Tama hanya mendapat gaji dan bonus berupa makanan kucing yang hanya bernilai 280 juta yen per tahun. Padahal, Tama lahir dari seekor kucing yang tersesat, yang dibawa ke stasiun oleh tukang bersih-bersih dan kemudian dipelihara Toshiko Koyama, yang punya toko di dekat situ. Kondisi menguntungkan ini sudah berlangsung sejak Januari 2007.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/11/8-hewan-paling-fenomenal-di-dunia.html

Saturday, February 19, 2011

Makam Gus Dur Ambles

Makam mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, ambles. Beredar kabar, kain kafannya masih terlihat bersih.

"Tadi pagi dikabarkan ambles. Tapi sekarang sudah diperbaiki lagi," kata salah satu keponakan Gus Dur, Firry Wahid dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 18 Februari 2011.

Menurut putra Umar Wahid ini, informasi yang diterima keluarga, penyebab utama amblesnya makam Gus Dur itu akumulasi dari kondisi tanah pemakaman. "Saat pemakaman, tanahnya tidak dipadatkan," kata Firry. Saat ini, kata Firry, putri pertama Gus Dur, Alisa Wahid sudah berada di pemakaman.

Saat ini beredar kabar, saat makam itu ambles, kain kafan yang membalut jasad Gus Dur masih terlihat sangat bersih seperti baru. Dalam kondisi normal, kain kafan yang turut dikubur lebih dari setahun seharusnya tergerus hingga rusak di dalam tanah.

Tetapi sumber VIVAnews.com membenarkan berita itu. "Kain kafannya memang masih bersih," ujar sumber yang menolak disebut namanya.

Gus Dur wafat pada Rabu 30 Desember 2009 sekitar pukul 18.40 WIB. Kondisi kesehatan Gus Dur menurun sejak menjalani operasi gigi Senin 28 Desember 2009 lalu. (umi)
• VIVAnews