Showing posts with label berita umum. Show all posts
Showing posts with label berita umum. Show all posts

Thursday, January 27, 2011

Setiap Hari adalah Hari Ibu Setiap Hari adalah Hari Ibu

“Bila kau sayang pada kekasih, lebih sayanglah pada ibumu. Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu”. Begitulah pesan Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya Keramat. Lagu yang mengingatkan pada kita agar tidak lupa pada manusia spesial, ibu kita. Agar kita lebih sayang dan patuh pada ibu, melebihi kekasih bahkan raja. Saking begitu mulianya sosok ibu.

Selain Rhoma Irama, Iwan Fals juga menciptakan lagu tentang ibu. “Seperti udara, kasih yang engkau berikan. Tak mampu ku membalas, Ibu...”. Iwan Fals menggambarkan perjuangan seorang ibu yang berjalan ribuan kilo melewati banyak rintangan hingga kakinya berdarah demi anaknya.
Sepertinya Iwan Fals tidak berlebihan dalam menghiperbolkan perjuangan ibu karena sesungguhnya perjuangan ibu bisa jadi lebih dahsyat daripada yang diumpamakan oleh Iwan Fals.
Tentunya kita tidak asing dengan lagu berjudul Bunda, karya Melly Goeslaw. Kita sering mendengarnya di acara renungan tentang ibu. Tak jarang yang menitikkan air mata ketika mendengar lagu ini. Melalui lagu ini kita diajak kembali ke memori ketika kita masih kecil dengan belaian kasih sayang ibu kita. “Oh bunda ada dan tiada dirimu, kan slalu ada di dalam hatiku”

Ungu, band papan atas negeri ini tidak mau ketinggalan. Lagu berjudul Doa untuk Ibu pun tercipta. Melalui lagu ini, Ungu ingin mengucapkan terima kasih untuk ibu dan juga doa semoga Tuhan memberi kedamaian kepada ibu. Begitu pula Opick feat Amanda. Lagu Satu Rindu yang mereka bawakan membuat pendengar merindukan masa-masa indah bersama ibu.

Rhoma Irama, Iwan Fals, Melly Goeslaw, Ungu, dan Opick hanyalah sedikit dari sekian banyak penyayi yang menciptakan lagu tentang ibu. Tidak akan ada habisnya ketika kita menceritakan perjuangan dan kasih sayang ibu, sejak kita dalam kandungan, melahirkan, menyusui, mengajari berjalan, membaca, mengaji, mendidik dan membesarkan kita hingga saat ini.

Pantaslah jika Baginda Nabi menyebut ibu tiga kali, baru kemudian ayah. Bahkan surga yang begitu indah dikatakan berada di telapak ibu. Begitu mulianya ibu kita dan kewajiban kita untuk memuliakannya. Meski kita tak akan pernah sanggup membalas semua yang telah diberikannya kepada kita. “Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada tanggal 22 Desember, sedang di Amerika dan Kanada Mother’s Day jatuh pada hari Minggu di minggu kedua bulan Mei. Namun bagiku keduanya tidak berlaku. Aku tak peduli. Karena bagiku, setiap hari adalah hari ibu. Hari untuk mengungkapkan cinta pada ibu. Wahai ibu, izinkan aku mengatakan “I love you, aku mencintaimu” (okezone.com)

Telur Baik bagi Kesehatan Jantung

New York: Perdebatan seputar efek telur bagi kesehatan jantung terjawab sudah. Pakar kesehatan Don McNamara menegaskan bahwa telur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jantung. Bahkan, Organisasi Heart Foundation menyarankan untuk mengonsumsi enam butir telur seminggu.
"Banyak orang lanjut usia takut mengonsumsi telur, karena mereka khawatir akan kolesterol yang dikandung telur. Namun banyak riset menunjukkan bahwa kolesterol tidak akan memengaruhi resiko serangan jantung," kata McNamara, seperti dilansir
Zee News, Jumat (31/12).

Telur mengandung lemak jenuh yang terdiri dari beberapa senyawa vital, seperti
kolin yang baik untuk metabolisme dan perkembangan otak janin. Telur juga mengandung lutein yang dapat menurunkan resiko katarak dan degenerasi makula.

Selain itu, telur juga merupakan bahan makanan yang dapat membantu program diet. Makan satu butir telur di pagi hari akan membuat orang yang mengonsumsinya merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama.


"Telur memiliki protein dengan kualitas tinggi, yang bisa Anda dapatkan dengan harga murah. Telur juga mengandung setiap vitamin dan mineral yang kita dibutuhkan oleh tubuh, kecuali vitamin C. Jadi jangan takut untuk mengonsumsi telur," imbuh McNamara.(liputan6.com)

Saatnya Beralih ke Bio Diesel?

Surabaya – Di Indonesia, pemakaian energi dari fosil masih menjadi pilihan utama untuk sektor terbesar yaitu transportasi. Padahal, kondisi jumlah sumber energi fosil di dunia semakin hari semakin sedikit bahkan pemakaian sumber energi ini seperti minyak solar (diesel fuel) untuk emisi kendaraan bermotor yang dihasilkan jauh lebih banyak dan berbahaya dibanding sumber energi yang lain.
Beberapa penelitian menyebutkan, penggunaan bio-diesel sebagai bahan bakar alternatif adalah salah satu solusi tepat untuk permasalahan ini. Bahan bakar alternatif yang berbahan bakar minyak solar untuk kendaraan bermotor diproduksi dari kelapa sawit, kedelai dan jarak pagar. Tanaman-tanaman tersebut biasa ditanam dan cukup berpontensi dapat dikembangkan di Indonesia, sehingga di Indonesia pengupayaan pengadaan bahan bakar alternatif ini sangat memungkinkan.

Adapun hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan pencampuran bio-diesel dengan minyak solar adalah:
• menentukan sistem penyimpanan dan sistem injeksi yang disesuaikan dengan kondisi lokasi pencampuran seperti terminal besar, terminal yang lebih kecil, industri serta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU);
• mengevaluasi sistem penanganan pencampuran untuk menjamin kelancaran operasi;
• menentukan konsentrasi pencampuran B10, B20 atau lainnya, dan
• koordinasi dengan pemasok biodiesel mengenai cara, jumlah dan jadwal pengiriman.

Pencampuran antara bio-diesel dan minyak solar dapat dilakukan mengingat perbedaan berat jenis (specific gravity) keduanya yang tidak terlalu jauh yaitu 0.88 untuk Bio-Diesel dan 0.85 untuk minyak solar. Salah satu teknologi pencampuran yang dapat diterapkan adalah pencampuran bio-diesel secara langsung di SPBU.
Sistem ini menambah bio-diesel secara otomatis dan proporsional ketika bahan bakar solar dimasukkan ke tanki penyimpan yang ada di SPBU, pada saat yang sama juga menghitung biaya per liter yang harus dibayar konsumen sesuai dengan derajat pencampuran bio-diesel.

Di negara maju dimana konsumen dapat memilih konsentrasi campuran B1 – B20 (konsentrasi campuran bio-diesel 1% - 20%) maka diperlukan peralatan otomatis yang terintegrasi antara volume biodiesel yang diinjeksikan dengan harga bahan bakar.

Sedangkan untuk komposisi Bio-diesel yang tetap bio-diesel diinjeksikan ke bahan bakar solar tanpa peralatan dengan sistem otomasi. Sudah banyak lokasi ritel (SPBU) yang menerapkan teknologi ini. Biaya investasi pada kapasitas 0,5 juta galon per bulan.
(beritajatim.com)

Cincin Matahari akibat Pembelokan Sinar

OGYAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena cincin pelangi matahari muncul selama sekitar dua jam di langit Yogyakarta, Selasa (4/1/2010). Fenomena alam unik ini terjadi karena pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer.

Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi UGM Sudibyakto mengatakan, kejadian alam yang unik ini merupakan fenomena atmosferik yang biasanya terjadi pada musim hujan. "Pada fenomena ini, cahaya matahari dipantulkan oleh uap air yang naik di atmosfer. Cahaya dipancarkan sehingga terlihat sebagai cincin pelangi," tuturnya.

Selama musim hujan banyak uap air naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10 40 kilometer (Km). Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer, yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer ters ebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari.

Bulan Januari ini Pulau Jawa memang sudah memasuki puncak musim hujan. Curah hujan turun dengan intensitas antara tinggi hingga sangat tinggi. Curah hujan pun terjadi hampir setiap hari dengan waktu cukup lama.

"Jadi, fenomena tersebut sama persis dengan fenomena terbentuknya pelangi, hanya saja kalau pelangi biasanya terjadi pagi atau sore hari, di mana sudut matahari terhadap bumi masih relatif rendah. Sedangkan Cincin Halo itu pada siang hari," ucap Sudibyakto.

Menurut Guru Besar Geografi UGM tersebut, fenomena ini sering disebut sebagai cincin pelangi karena lapisan warnanya mirip pelangi. Hanya saja, warna tersebut tidak selengkap warna pada pelangi. Istilah lain dari cincin disebut halo yang berasal dari bahasa Yunani Kuno artinya lingkaran bulan.

Warna cincin pelangi matahari tak selengkap pelangi ini perbedaan sudutnya. Cincin matahari biasanya terjadi pada siang hari atau saat posisi matahari berada tepat di atas bumi. Sudut yang tegak lurus membuat warna yang terbiaskan tidak selengkap pada pelangi di sore hari yang terjadi dengan sudut tertentu.

Pada lingkaran yang terlihat di Yogyakarta, Selasa (4/1/2010), warna-warna yang terlihat dari lapisan terdalam ke lapisan terluar berturut-turut adalah merah, jingga, kuning, dan hijau.

Pemerhati budaya Yogyakarta Heri Dendi mengatakan, dalam bahasa Jawa, fenomena cincin matahari ini dikenal dengan nama kluwung. "Fenomena ini pernah saya lihat di waktu-waktu dulu, tapi memang jarang," katanya.(kompas.com)

Rotan Kembali Berkibar di Pameran Furniture Internasional Terbesar di Jerman

Setelah 25 tahun tidak tampil di IMM Köln, akhirnya industri furnitur rotan Indonesia kembali meramaikan pameran furnitur internasional terbesar di Jerman (18-23/1/2011). Ajang ini juga dimanfaatkan Indonesia untuk menyepakati dua kerjasama, yaitu kerjasama pameran antara Köln Messe dan Asosiasi Mebel dengan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) dan pengembangan desain rotan Indonesia antara Lembaga Pengembangan Desain dan Marketing Furniture Jerman dengan AMKRI.

Jerman merupakan pasar terbesar di kawasan Eropa dengan permintaan domestik mencapai €18,4 milyar (2008). Jerman juga menjadi negara yang paling potensial untuk terus dilakukan penetrasi pasar oleh para pengusaha furnitur Indonesia. Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo dalam acara Buyer Night di Pavilion Indonesia di sela-sela pameran tersebut. Acara ini dihadiri oleh para pengusaha Jerman, kalangan akademik (bidang perancang furnitur) serta sejumlah media massa.

Ditambahkannya bahwa permintaan impor furnitur Jerman terus meningkat. Hal ini seiring dengan laju pertumbuhan negara tersebut selama Januari-Oktober 2010 yang sebesar 2,5%. Demikian juga dengan pasar Eropa, yang pada saat yang sama, memberikan indikasi meningkat. “Permintaan furnitur Eropa terus tumbuh sebesar 2,7%,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Euis Saedah yang hadir di Jerman menuturkan bahwa industri furnitur rotan nasional akan terus didukung perkembangannya. Di bidang ini, menurutnya, Indonesia mempunyai comparative advantage sekaligus competitive advantage yang tidak dimiliki oleh negara lainnya.

Indonesia merupakan produsen rotan terbesar dunia. Rotan tumbuh subur di wilayah-wilayah Indonesia. Rotan juga mempunyai keunggulan selain dari aspek artistik juga unggul dari aspek lingkungan. Hal ini mengingat rotan adalah tanaman yang tumbuh baik apabila berdampingan dengan tumbuhan besar lainnya. “Oleh karenanya, melakukan budidaya rotan sama artinya dengan melestarikan hutan yang selama ini menjadi perhatian dunia,” jelas Euis.

Pada pameran IMM Köln 2011 yang diikuti oleh para pengusaha kaliber dunia dari 60 negara, 12 ekshibitor Indonesia menempati areal pemeran seluas 500 m2. Desain-desain indah yang mungkin tidak pernah dilihat sebelumnya oleh masyarakat Indonesia sendiri di tanah air, ditampilkan dengan suasana artistik khas rotan. Pavilion Indonesia sangat menarik perhatian para pengunjung karena satu-satunya stand yang menampilkan furnitur berbahan dasar rotan.

(www.indonesia.go.id)

BUDHE KARWO MONITORING DAN EVALUASI PENANGGULANGAN GIZI BURUK / KURANG PADA BALITA DI KABUPATEN NGAWI

Untuk mengetahui sejauh mana penanggulangan gizi buruk / kurang pada balita di Kabupaten Ngawi, Selasa 25 Januari 2011, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Nina Soekarwo, mengadakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi penanggulangan gizi buruk / kurang pada balita bertempat di Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi.

Menurut laporan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngawi, Ny. Antik Budi Sulistyono, Jumlah balita di Kabupaten Ngawi tahun 2010 sebanyak 62.788 anak dan jumlah posyandu 1.170 unit, hasil pemantauan pertumbuhan tahun 2010 presentase balita ditimbang (D/S) 66,83%, yang naik berat badan (N/D) 53,94%, dibawah garis merah (BGM/D) 3,55%, kurang gizi sebanyak 5.406 balita (15,23%) ini merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian serius, meskipun dalam survey kesehatan dasar tahun 2007 Kabupaten Ngawi mempunyai angka kurang gizi 12,5% masih rendah dari Provinsi Jawa Timur 17,4%. Upaya untuk menekan gizi buruk yang ada di Kabupaten Ngawi adalah peningkatan keluarga sadar gizi (KADARZI) di masyarakat antara lain :

1. Meninbang berat badan secara teratur

2. Memberikan asi saja pada bayi 0-6 bulan

3. Makan beraneka ragam

4. Menggunakan garam beryodium

5. Mengkonsumsi suplemen gizi seperti vitamin a dosis tinggi bayi, balita dan ibu nifas, tablet tambah darah untuk ibu hamil sesuai anjuran.

Selain itu Ny. Antik Budi Sulistyono menambahkan pada tahun 2011 Kabupaten Ngawi akan membuat desa percontohan di Kecamatan Karangjati dan Bringin dalam upaya pemberdayaan keluarga melalui program Positive Deviance (penyimpangan Positif).

“ kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki kontribusi besar untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Oleh karna itu, masalah kesehatan menjadi suatu skala prioritas/keharusan yang tidak dapat dinomor-duakan dalam pelaksanaannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Ungkap Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono.

Terkait gizi buruk, menurut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Nina Soekarwo, pada umumnya disebabkan keluarga yang tidak mampu serta kurangnya pemahaman tentang gizi yang berimbang. Solusinya adalah bayi usia 0-6 bulan harus diberi asi eksklusif, balita harus mendapatkan asupan gizi yang berimbang, namun tidak harus mahal. Selain itu , balita secara rutin dibawa ke Posyandu serta memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS). Bila 2 kali ke Posyandu berat badan balita tidak naik, maka perlu segera dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bagi kader PKK, berdasarkan kenyataan yang ada perlu ada penyegaran kembali tentang cara pengisian KMS yang benar, sehingga data yang dihasilkan akurat.

Dalam kesempatam tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ny. Nina Soekarwo, menyerahkan 300 paket bantuan kepada balita penderita gizi buruk/kurang secara langsung dalam kesempatan tersebut, Tiap paket bantuan berisi 2 dus susu SGM 900 gram, 1 dus susu SGM 300 gram, 2 dus susu SGM 150 gram. Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Ngawi Ny. Antik Budi Sulistyono, menyerahkan 100 paket yang berisi Beras, minyak, gula, biskuit. Setelah acara tersebut Budhe Karwo menyempatkan menjenguk Fridayani Hadi Astuti balita yang terkena gizi buruk dari pasutri (pasangan suami istri) Krisbiantoro dan Sri Ngalimah yang berumur 3 tahun di desa Gelung Kec. Paron Kab. Ngawi. (humasngawi)