Showing posts with label Penemuan. Show all posts
Showing posts with label Penemuan. Show all posts

Friday, June 10, 2011

Siapakah Penemu Benua Amerika?


Laksamana Cheng Ho,Penemu Benua Amerika Yang Pertama...
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh Royal Geographical Society di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.

Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.

Bahkan menurutnya, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.


Kapal Laksamana Cheng Ho

''Laksana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,'' ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.

Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.

Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.

"Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut," ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.

Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.

"Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya," kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. "Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat."

Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. "Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun."

Atas temuan tersebut, Phillip Sadler, pakar navigasi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.

Sang penjelajah ulung
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah Zheng He sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Propinsi Yunan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.

Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.

sumber: kaskus

Wednesday, January 26, 2011

Megatex mengembangkanProduk LED dengan Tenaga Surya



Megatex Inc., merupakan sebuah Produsen produk – produk LED dari Bulgaria yang telah mengembangkan produk revolusioner, yaitu sebuah produk inovasi yang ramah lingkungan yang menggabungkan sebuah layar LED dengan sebuah panel tenaga surya di dalam produk ini.

Ini merupakan terobosan dan kolaborasi antara teknologi terakhir tentang teknologi ramah lingkungan.

Megatex Inc juga merupakan produsen utama produk LED yang unik, seperti LED walls, LED screens, sport information systems, digital clocks and thermometres, digital transport systems, dynamic message displays.

Dengan produk LED tenaga surya ini Megatex merupakan pengembang Teknologi LED dengan surya yang pertama di dunia.

Di dalam rangkaian ada panel surya dengan kapasitas 5 kW yang cukup untuk dipakai daya listrik pada layar LED tersebut.

LED inovasi ini dirancang untuk aplikasi ruang terbuka dan dapat diinstal di stadion, konser atau digunakan sebagai papan reklame

Apa yang membuatnya berbeda dari LED pada umumnya ? adalah kenyataan bahwa layar tersebut dapat diinstal bahkan di daerah yang tidak memiliki akses listrik seperti jalan raya.

Megatex menjual produk LED pada empat benua - Eropa, Amerika, Afrika dan Asia.

sumber:http://lulussutopo.blogspot.com/2011/01/megatex-mengembangkanproduk-led-dengan.html

Sunday, November 21, 2010

Sejarah Tipp Ex

Sebelum komputer digital dibuat manusia, dalam menyelesaikan urusan pekerjaan laporan, orang menggunakan mesin tik. Namun, alat ini memiliki kelemahan, tidak bisa menghapus kesalahan pengetikan. Bayangkan, semenjak mesin tik ditemukan 1714, oleh Henry Mill di Inggris dan dikembangkan Thomas Alva Edison menjadi mesin tik elektrik, belum ada yang memikirkan untuk menciptakan suatu alat yang bisa menghapus kesalahan dalam pengetikan.

Pada tahun 1951, keluhan para pekerja di balik meja, baru bisa terjawab. Seorang juru ketik asal Amerika, Bette Nesmith Graham menemukan solusi untuk menutupi kesalahan dalam pengetikan dengan sebuah cairan bernama liquid paper atau yang kita kenal dengan Tipp-Ex.

Bette Nesmith Graham lahir 23 Maret 1924, di sudut kota Dallas, Texas, AS. Ia dibesarkan di kota kelahirannya oleh kedua orang tuanya, Jesse dan Christine McMurry. Sebagaimana lazimnya pendidikan sangat penting dalam kehidupan, Bette malah tidak menyukai pendidikan di bangku sekolah. Bahkan, ia harus dikeluarkan dari sekolah tingkat atas pada umur 17. Namun, minatnya untuk bekerja sangat kuat. Dengan tekun, ia melamar ke beberapa perusahaan yang ingin menampungnya untuk bekerja sebagai sekretaris.

Nasibnya cukup beruntung, lamarannya diterima di sebuah perusahaan yang membutuhkan orang yang berjiwa muda dan energik. Kemudian, oleh dukungan perusahaan tempatnya bekerja, Bette Graham bisa melanjutkan sekolahnya yang tertunda. Ia kemudian melanjutkan karier intelektualnya di sekolah sekretaris. Tidak lama kemudian, Pada 1943, ia menikah muda saat berusia 19 tahun dengan Warren Nesmith, salah seorang tentara Amerika yang turut serta dalam Perang Dunia II. Pernikahannya ini tidak berlangsung lama, ia bercerai dengan suaminya.

Di bawah tekanan dan kegelisahan, Bette Graham harus menghidupi satu orang anak laki-lakinya. Nasib baik hinggap di kehidupannya. Ia diangkat menjadi sekretaris eksekutif di Texas Bank & Trust di Dallas. Pekerjaan yang memerlukan kecepatan dan ketelitian membuatnya sering melakukan kesalahan dalam pengetikan pada mesin ketik elektrik. Kesalahannya ini juga terjadi pada rekan kerjanya di kantor.

Suatu hari, Bette Graham melihat pelukis yang menumpuk warna sebuah gambar dengan cat lain. Kemudian, ia terinpirasi untuk menciptakan sesuatu yang bisa menutupi kesalahan dalam pengetikan di kertas. Sebagian literatur menyebutkan, Bette Graham meracik liquid paper dengan memblender cat tempura yang disesuaikan dengan warna kertas dan dimasukkan ke dalam botol-botol kecil agar mudah dibawa ke mana-mana. Cairan tersebut dioleskan di atas tempat kesalahan tik. Untuk mengoleskan cat ramuannya, ia menggunakan kuas kecil.

Sebelum dikomersilkan oleh penciptanya, cairan ini dikenal dengan nama Mistake Out. Karya sederhana Bette Graham cukup membantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang bertumpuk setiap hari. Ide briliannya ini banyak diminati oleh pekerja kantor dan sekretaris. Untuk menghasilkan uang atas temuannya ini, ia mulai belajar metode promosi dan pemasaran. Tanpa lelah, Bette terus melakukan penelitian hingga cairan korektor yang dibuatnya semakin sempurna.

Setelah beberapa tahun menyempurnakan temuannya, Bette Graham mulai berani menawarkan Mistake Out kepada perusahaan IBM yang saat itu merajai bisnis peralatan kantor. Namun, usahanya ini gagal. IBM menolak dengan alasan Mistake Out tidak memiliki nilai jual. Namun, hal itu tidak melemahkan semangat Bette Graham. Ia kemudian mendirikan usaha Mistake Out Company di rumahnya. Belum lama usahanya berdiri, Bette Graham mendapatkan cobaan yang berat. Ia dipecat dari pekerjaannya karena sebuah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Nasib buruk ini, ia manfaatkan untuk memasarkan produk buatannya itu.

Dengan modal seadanya, Bette Graham mempromosikan dan memasarkan cairan penutup kesalahan ketikan. Bahkan untuk meningkatkan nilai jual, Bette Graham mengganti nama Mistake Out menjadi Liquid Paper dan tetap memproduksi serta menjual produk itu dari dapur dan garasinya hingga 17 tahun berikutnya. Order terbesar pertamanya terjadi pada tahun 1962. Seorang pedagang asal San Antonio memesan banyak produknya.

Pada tahun 1967, perusahaannya itu menjadi perusahaan besar dan berhasil memasok produknya ke 31 negara. Bahkan, perusahaan yang kemudian diberi nama Liquid Paper itu pada tahun 1976 sudah mampu menghasilkan keuntungan bersih lebih dari 1,5 juta dolar AS. Tahun 1979, Gillette Corp, membeli seluruh perusahaan Bette dan paten Liquid Paper senilai 47,5 juta dolar AS dan royalti dalam setiap penjualan botolnya.

Bette Nesmith Graham meninggal pada 1980 saat berusia 56 tahun. Ia dimakamkan di tempat kelahirannya di Dallas, Texas. Meskipun Liquid Paper sudah jarang dipergunakan, namun karya sederhana Bette Graham tetap dikenang hingga sekarang.

sumber:http://ripiu.com/article/read/sejarah-tipp-ex