JAM kerja yang panjang, asupan makanan yang buruk, serta istirahat yang kurang, menguras simpanan gizi di dalam tubuh. Ketiga hal itu juga menyebabkan kelelahan.
Mengetahui apa yang meningkatkan vitalitas tubuh dan apa yang menguras energi, menurut buku Food That Harm, Food That Heal, akan membantu Anda tetap fit.
Penguras Vitalitas:
* Alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat mengganggu waktu istirahat malam. Bila Anda tidak dapat menghentikan kebiasaan minum alkohol, jaga agar konsumsinya tidak melebihi batas aman. Usahakan satu atau dua hari bebas alkohol dalam sepekan.
* Merokok. Pada awalnya nikotin memang menstimulasi otak, tetapi kemudian akan bertindak sebagai depresan. Merokok akan menguras mikronutrien seperti vitamin B dan C. Ini berarti kerja ekstra keras bagi antioksidan dalam mendetoks tubuh.
* Kekhawatiran dan stres. Lakukan kegiatan rutin setiap hari yang menjauhkan pikiran dari masalah. Meditasi, mendengarkan musik, atau berkebun dipercaya dapat menenangkan pikiran dan menjauhkan kita dari masalah.
* Alergi. Kelelahan bisa jadi merupakan gejala alergi terhadap makanan tertentu.
Penambah Vitalitas:
* Tidur. Tidur malam yang cukup atau tidur siang seperti kucing akan mengistirahatkan pikiran dan menambah energi.
* Sarapan. Anda akan merasa lelah bila tetap memaksa beraktivitas sepanjang pagi tanpa asupan energi. Sarapan roti, sereal, buah segar, dan yoghurt di pagi hari akan menambah vitalitas Anda.
* Udara segar. Jalan-jalan sejenak menghirup udara segar akan melepas kepenatan Anda.
* Tarik napas dalam-dalam. Menghirup oksigen ke dalam tubuh adalah salah satu cara untuk melepaskan tekanan dan meningkatkan vitalitas. Usahakan rileks dan tarik napas. Hitung sampai empat. Buang napas lewat mulut (jaga agar rahang tetap rileks) dan hitung sampai delapan. Ulangi sampai Anda merasa segar.
sumber:http://4lvoe.blogspot.com/2008/12/cara-menjaga-energi-tubuh-tetap-tinggi_17.html
Friday, May 27, 2011
CARA MENJAGA ENERGI TUBUH TETAP TINGGI
POLUSI KARBON DARI LAYANAN GOOGLE
Jangan menyangka aktivitas pengguna Internet tidak menyebabkan global warming (pemanasan global). Setiap kali Anda memanfaatkan layanan di Google, tanda sadar Anda telah menyumbang polusi.
Hasil penelitian fisikawan dari Universitas Harvard Alex Wissner-Gross menyimpulkan setiap kalai mesin pencarian Goole bekerja rata-rata menghasilkan 7 gram karbon dioksida. Artinya dua kali pencarian saja sudah menghasilkan 14 gram atau setara dengan karbon sioksida yang dihasilkan saat seseorang merebus seceret air dengan kompor listrik.
Emisi karbon ini dihitung dari konsumsi listrik yang dibutuhkan komputer pengguna hingga energi yang dihabiskan data center Google yang beroperasi di seluruh dunia. Penggunaan nergi yang besar berarti emisi nkarbon dioksida yang besar pula mengingat sebagain besar pembangkit listrik yang digunakan saat ini masih berbasis sumber energi fosil.
Namun, temuan tersebut dibantah Google. Dalam blog resminya Google menilai hasil perhitungan tersebut terlalu tinggi. Google tidak memungkiri bahwa layanan menyedot energi namun hanya setara dengan melepaskan 0,2 gram karbon untuk setiap kali pencarian.
Google mengklaim setiap kali pencarian rata-rata dibutuhkan 0,2 detik. Akses ke server untuk setiap kali pencarian hanya dalam skala seperseribu detik. Jiak Goole rata-rata membutuhkan energi 0,0003 kWh untuk setiap kali pencarian, maka jumlah karbon yang dikeluarkan setara dengan 0,2 gram setiap kali pengguna melakukan pencarian.
"Kami telah menurunkan begitu banyak penggunaan energi di data center kami, namun kami juga masih menginignkan sumber listrik yang bersih dan murah untuk memasok kebutuhan energi kami," ujar Google dalam pernyatannya. Pada tahun 2007, Google membentuk Climate Savers Computing Initiative sebagai konsorsium non profit yang berkomitmen menekan penggunaan energi di tingkat konsumen hingga setengahnya mulai tahun 2010 dan menurunkan emisi karbon dioksida 54 juta ton per tahun.
Meski demikian, Wissner-Gross menyatakan layanan seperti Google tetap akan menyedot energi sangat besar. Ia mengatakan untuk meningkatkan kemampuan mesin pencarian, penyedia layanan harus menghabiskan energi lebih besar. Penelitian terakhir yang dilakukan firma analis Gartner menunjukkan layanan IT saat ini menyumbang dua persen emisi karbon diosksida di seluruh dunia. kompas.com
Hasil penelitian fisikawan dari Universitas Harvard Alex Wissner-Gross menyimpulkan setiap kalai mesin pencarian Goole bekerja rata-rata menghasilkan 7 gram karbon dioksida. Artinya dua kali pencarian saja sudah menghasilkan 14 gram atau setara dengan karbon sioksida yang dihasilkan saat seseorang merebus seceret air dengan kompor listrik.
Emisi karbon ini dihitung dari konsumsi listrik yang dibutuhkan komputer pengguna hingga energi yang dihabiskan data center Google yang beroperasi di seluruh dunia. Penggunaan nergi yang besar berarti emisi nkarbon dioksida yang besar pula mengingat sebagain besar pembangkit listrik yang digunakan saat ini masih berbasis sumber energi fosil.
Namun, temuan tersebut dibantah Google. Dalam blog resminya Google menilai hasil perhitungan tersebut terlalu tinggi. Google tidak memungkiri bahwa layanan menyedot energi namun hanya setara dengan melepaskan 0,2 gram karbon untuk setiap kali pencarian.
Google mengklaim setiap kali pencarian rata-rata dibutuhkan 0,2 detik. Akses ke server untuk setiap kali pencarian hanya dalam skala seperseribu detik. Jiak Goole rata-rata membutuhkan energi 0,0003 kWh untuk setiap kali pencarian, maka jumlah karbon yang dikeluarkan setara dengan 0,2 gram setiap kali pengguna melakukan pencarian.
"Kami telah menurunkan begitu banyak penggunaan energi di data center kami, namun kami juga masih menginignkan sumber listrik yang bersih dan murah untuk memasok kebutuhan energi kami," ujar Google dalam pernyatannya. Pada tahun 2007, Google membentuk Climate Savers Computing Initiative sebagai konsorsium non profit yang berkomitmen menekan penggunaan energi di tingkat konsumen hingga setengahnya mulai tahun 2010 dan menurunkan emisi karbon dioksida 54 juta ton per tahun.
Meski demikian, Wissner-Gross menyatakan layanan seperti Google tetap akan menyedot energi sangat besar. Ia mengatakan untuk meningkatkan kemampuan mesin pencarian, penyedia layanan harus menghabiskan energi lebih besar. Penelitian terakhir yang dilakukan firma analis Gartner menunjukkan layanan IT saat ini menyumbang dua persen emisi karbon diosksida di seluruh dunia. kompas.com
GERHANA BULAN
Pada peristiwa gerhana bulan, kita mengenal empat macam gerhana, yaitu: gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, gerhana bulan penumbral total, dan gerhana bulan sebagian penumbral. Perbedaan jenis-jenis gerhana bulan tersebut terletak pada bayangan Bumi mana yang jatuh ke permukaan Bulan saat fase maksimum gerhana terjadi.
Macam-macam Gerhana Bulan
Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:
1. Gerhana Bulan Total
Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian.
3. Gerhana Bulan Penumbral Total
Pada gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.
4. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian
Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.
Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.
Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Bulan
Momen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya:
P1
P1 adalah kontak I penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.
P2
P2 adalah kontak II penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi, seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi.
U1
U1 adalah kontak I umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi.
U2
U2 adalah kontak II umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan.
Puncak Gerhana
Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum.
U3
U3 adalah kontak III umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi, ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan.
U4
U4 adalah kontak IV umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi.
P3
P3 adalah kontak III penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2.
P4
P4 adalah kontak IV penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan.
Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase:
a. fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1, dan antara U4-P4
b. fase gerhana umbral: selang antara U1-U4
c. fase total: selang antara U2-U3
Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Misalnya saat gerhana bulan total, keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Untuk gerhana bulan sebagian, karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi, maka U2 dan U3 tidak akan terjadi, sehingga fase total tidak akan diamati. Untuk gerhana penumbral total, karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi, maka U1, U2, U3, dan U4 tidak akan terjadi, karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian, hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi.
Berbeda dengan gerhana matahari, pada gerhana bulan, waktu-waktu kontak dan saat terjadinya suatu fase gerhana, tidak dipengaruhi oleh lokasi pengamat. Semua pengamat yang berada di belahan Bumi yang mengalami gerhana akan mengamati waktu-waktu kontak (umbra dan penumbra) pada saat yang bersamaan.
sumber:http://4lvoe.blogspot.com/2009/01/gerhana-bulan.html
Macam-macam Gerhana Bulan
Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:
1. Gerhana Bulan Total
Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian.
3. Gerhana Bulan Penumbral Total
Pada gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.
4. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian
Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.
Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.
Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Bulan
Momen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya:
P1
P1 adalah kontak I penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.
P2
P2 adalah kontak II penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi, seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi.
U1
U1 adalah kontak I umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi.
U2
U2 adalah kontak II umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan.
Puncak Gerhana
Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum.
U3
U3 adalah kontak III umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi, ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan.
U4
U4 adalah kontak IV umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi.
P3
P3 adalah kontak III penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2.
P4
P4 adalah kontak IV penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan.
Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase:
a. fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1, dan antara U4-P4
b. fase gerhana umbral: selang antara U1-U4
c. fase total: selang antara U2-U3
Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Misalnya saat gerhana bulan total, keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Untuk gerhana bulan sebagian, karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi, maka U2 dan U3 tidak akan terjadi, sehingga fase total tidak akan diamati. Untuk gerhana penumbral total, karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi, maka U1, U2, U3, dan U4 tidak akan terjadi, karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian, hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi.
Berbeda dengan gerhana matahari, pada gerhana bulan, waktu-waktu kontak dan saat terjadinya suatu fase gerhana, tidak dipengaruhi oleh lokasi pengamat. Semua pengamat yang berada di belahan Bumi yang mengalami gerhana akan mengamati waktu-waktu kontak (umbra dan penumbra) pada saat yang bersamaan.
sumber:http://4lvoe.blogspot.com/2009/01/gerhana-bulan.html
Trik Memotret Bulan
Bulan yang tampak indah di malam hari merupakan subyek yang cukup sulit untuk diabadikan. Sifatnya yang memantulkan cahaya namun dikelilingi oleh langit yang gelap dapat "menipu" kamera Anda untuk memilih setting pencahayaan yang salah.
Aspek yang menyulitkan dalam pemotretan bulan di antaranya:
1. Sifatnya yang memantulkan cahaya
2. Merupakan bidang terang kecil di tengah-tengah kegelapan
3. Bulan senantiasa bergerak
4. Letaknya sangat jauh, sedikit getaran saja akan menyebabkan blur
Oleh karena itu, untuk memotret bulan sebaiknya dilakukan dengan cara:
1. Gunakan tripod
2. Gunakan lensa dengan fokus yang cukup panjang, minimal 300 mm
--> Jika menggunakan DSLR, masukkan crop factor dalam perhitungan
--> Kamera dengan crop factor 1.5 dpt menggunakan FL 200 mm
3. Gunakan spot metering
4. Gunakan mode manual
--> Setting ISO 100 atau 200
--> Setting aperture f/5.6 atau f/8
--> Lakukan beberapa pemotretan dengan speed bervariasi
5. Jika perlu gunakan manual fokus pada hyperfocal.
sumber:http://fotografi-dasar.blogspot.com/2010/08/trik-memotret-bulan.html
Aspek yang menyulitkan dalam pemotretan bulan di antaranya:
1. Sifatnya yang memantulkan cahaya
2. Merupakan bidang terang kecil di tengah-tengah kegelapan
3. Bulan senantiasa bergerak
4. Letaknya sangat jauh, sedikit getaran saja akan menyebabkan blur
Oleh karena itu, untuk memotret bulan sebaiknya dilakukan dengan cara:
1. Gunakan tripod
2. Gunakan lensa dengan fokus yang cukup panjang, minimal 300 mm
--> Jika menggunakan DSLR, masukkan crop factor dalam perhitungan
--> Kamera dengan crop factor 1.5 dpt menggunakan FL 200 mm
3. Gunakan spot metering
4. Gunakan mode manual
--> Setting ISO 100 atau 200
--> Setting aperture f/5.6 atau f/8
--> Lakukan beberapa pemotretan dengan speed bervariasi
5. Jika perlu gunakan manual fokus pada hyperfocal.
sumber:http://fotografi-dasar.blogspot.com/2010/08/trik-memotret-bulan.html
Data EXIF
EXIF adalah singkatan dari Exchangeable Image File akan tetapi sering disalah pahami dengan Exposure Information.Kamera akan secara otomatis menyimpan data EXIF dari setiap foto apabila pemotretn dilakukan dengan format JPEG atau TIFF dan data ini akan 'menempel' pda setiap foto. Data EXIF memang menyimpan informasi tentang exposure setting yang kita gunakan saat melakukan pemotretan, selain data alat yang digunakan dan data-data lain yang terkait. Contoh data EXIF dapat dilihat dalam gambar berikut:
Data EXIF dari setiap foto bisa ditampilkan dengan mudahpada File Explorer. Caranya:
Yang harus diperhatikan, beberapa informasi yang tersimpan dalam data EXIF ini terkait dengan setting pada kamera, misalnya data tentang tanggal & waktu pemotretan. Seorang staf saya pernah lupa mengatur ulang tanggal dan waktu pada kamera sebelum melakukan pemotretan yang digunakan untuk keperluan dokumentasi, akibatnya data EXIF yang tersimpan menyimpan informasi yang salah tentang waktu pemotretan. Ini mungkin tidak menjadi masalah saat ada saksi yang mengetahui, namun apabila digunakan untuk dokumentasi dengan pengarsipan atau sortir berdasar waktu, foto-foto ini mungkin akan tersimpan di folder yang salah.
sumber:http://fotografi-dasar.blogspot.com/2010/02/teknik-data-exif.html
Data EXIF dari setiap foto bisa ditampilkan dengan mudahpada File Explorer. Caranya:
- Klik file foto yang hendak Anda lihat data EXIF-nya.
- Klik kanan pada file foto dan klik Properties
- Setelah jendela Properties terbuka, klik Summary
- Simple, yaitu halaman yang hanya menampilkan data singkat seperti judul gile, tanggal pengambilan & pembuat file (author)
- Advanced, yaitu halaman yang menampilkan data lengkap seperti contoh di atas
- Foto yang blur akibat kamera bergetar saat pemotretan dapat diatasi dengan shutter speed yang lebih tinggi
- DiF yang terlalu dalam dapat diatasi dengan memekai bukaan aperture lebih lebar
- Noise yang berlebih bisa diatasi dengan menggunakan ISO lebih rendah
- dsb.
Yang harus diperhatikan, beberapa informasi yang tersimpan dalam data EXIF ini terkait dengan setting pada kamera, misalnya data tentang tanggal & waktu pemotretan. Seorang staf saya pernah lupa mengatur ulang tanggal dan waktu pada kamera sebelum melakukan pemotretan yang digunakan untuk keperluan dokumentasi, akibatnya data EXIF yang tersimpan menyimpan informasi yang salah tentang waktu pemotretan. Ini mungkin tidak menjadi masalah saat ada saksi yang mengetahui, namun apabila digunakan untuk dokumentasi dengan pengarsipan atau sortir berdasar waktu, foto-foto ini mungkin akan tersimpan di folder yang salah.
sumber:http://fotografi-dasar.blogspot.com/2010/02/teknik-data-exif.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
